<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Galih Hermawan on The Net &#187; prima</title>
	<atom:link href="http://galih.eu/tag/prima/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://galih.eu</link>
	<description>Seorang hamba Allah ta'ala, naib Rasulullah Muhammad saw., dan pewaris kitabullah AlQur'an</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Aug 2010 02:18:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Algoritma Deret Bilangan Prima</title>
		<link>http://galih.eu/2009/06/24/algoritma-deret-bilangan-prima/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/06/24/algoritma-deret-bilangan-prima/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 02:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pemrograman]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[algoritma]]></category>
		<category><![CDATA[c]]></category>
		<category><![CDATA[java]]></category>
		<category><![CDATA[prima]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=305</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillahi robbil &#8216;aalamiin. Nahmaduhu wa nusholli wa nusallimu &#8216;alaa rasulihil kariim. Bilangan prima termasuk bilangan yang cukup unik, kita sudah mempelajari bilangan ini sejak masuk sekolah dasar. Beberapa referensi yang penulis dapat menyatakan bahwa bilangan prima merupakan bilangan positif yang hanya bisa dibagi oleh tepat 2 pembagi, yaitu angka 1 dan angka tersebut sendiri. Ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #3366ff;">Alhamdulillahi robbil &#8216;aalamiin. Nahmaduhu wa nusholli wa nusallimu &#8216;alaa rasulihil kariim.</span></strong></p>
<p>Bilangan prima termasuk bilangan yang cukup unik, kita sudah mempelajari bilangan ini sejak masuk sekolah dasar.</p>
<p>Beberapa referensi yang penulis dapat menyatakan bahwa bilangan prima merupakan bilangan positif yang hanya bisa dibagi oleh tepat 2 pembagi, yaitu angka 1 dan angka tersebut sendiri. Ada juga yang menyatakan sebagai suatu bilangan yang hanya bisa dibagi oleh dirinya sendiri tanpa menyertakan angka 1.</p>
<p>Contoh: 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, 31, 37, 41, 43, 47, 53, 59, 61, 67, 71, 73, 79, 83, 89, 97 dan seterusnya.</p>
<p>Teori selanjutnya silakan baca <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Prime_number" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Prime_number</a> dan <a href="http://mathworld.wolfram.com/PrimeNumber.html" target="_blank">http://mathworld.wolfram.com/PrimeNumber.html</a>.</p>
<p>Dalam logika pemrograman, kita cuma perlu memperhatikan mulai angka 2 dan seterusnya. Angka 0 jelas tidak mungkin, karena bilangan ini dibagi angka berapapun akan menghasilkan angka 0. Dan angka 1 juga kita abaikan saja, sebab angka 1 hanya bisa dibagi oleh dirinya sendiri, padahal bilangan prima itu syarat utamanya bisa dibagi oleh 2 bilangan natural yang nyata, yaitu angka 1 dan dirinya sendiri. (<span style="color: #800000;"><strong>Note: </strong></span>bisa dibagi ini dalam artian menghasilkan bilangan bulat positif, bukan bilangan pecahan.)</p>
<p>Berikutnya akan penulis ilustrasikan contoh pembagiannya, dimana kita sepakati bahwa angka pembagi tidak melibatkan angka 1.</p>
<p><strong>2</strong>: hanya bisa dibagi 2.</p>
<p><strong>3</strong>: hanya bisa dibagi 3.</p>
<p><strong>4</strong>: bisa dibagi 2 dan 4 (lebih dari 1 pembagian, maka tidak termasuk bilangan prima).</p>
<p><strong>5</strong>: hanya bisa dibagi 5.</p>
<p><strong>6</strong>: bisa dibagi 2,3, dan 6 (bukan bilangan prima).</p>
<p>Dan seterusnya.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Misalkan diketahui sebuah bilangan <strong>X</strong>, bagaimana cara menentukan bahwa bilangan <strong>X</strong> itu termasuk bilangan prima atau bukan?</span></p>
<p>Asumsi: X adalah bilangan yang lebih besar dari 2</p>
<p>Berarti bilangan-bilangan yang akan menjadi pembagi adalah mulai angka <strong>2</strong> sampai <strong>X-1</strong>.</p>
<p>Jika bilangan X bisa dibagi oleh minimal salah satu dari bilangan-bilangan mulai 2 sampai X-1, maka dapat dikatakan bahwa bilangan X adalah bukan bilangan prima.</p>
<p>Contoh: <span style="color: #3366ff;"><strong>9</strong></span></p>
<p>Bilangan sebagai pembagi adalah 2 3 4 5 6 7 8</p>
<p>Untuk mengetahui bahwa suatu bilangan bisa dibagi atau tidak, paling mudah kita menggunakan bantuan <strong>mod</strong>, yang menyatakan sisa hasil bagi. Jika sisa hasil bagi 0 berarti bisa dibagi.</p>
<p><span id="more-305"></span><span style="text-decoration: underline;">Kembali ke contoh.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">9 mod 2 = 1</span> (hasil bukan 0, artinya tidak habis/bisa dibagi), lanjutkan,</p>
<p><span style="color: #003300;">9 mod 3 =0</span> (sudah cukup untuk menyimpulkan bahwa 9 adalah bukan bilangan prima.)</p>
<p>Tidak perlu kita uji dengan membagi 9 dengan angka 4 dan seterusnya.</p>
<p>Contoh lain: <span style="color: #3366ff;"><strong>11</strong></span></p>
<p>11 mod 2 = 1</p>
<p>11 mod 3 = 2</p>
<p>11 mod 4 = 3</p>
<p>11 mod 5 = 1</p>
<p>11 mod 6 = 5</p>
<p>11 mod 7 = 4</p>
<p>11 mod 8 = 3</p>
<p>11 mod 9 = 2</p>
<p>11 mod 10 = 1</p>
<p>Tidak ada yang menghasilkan angka 0, berarti 11 termasuk bilangan prima.</p>
<p>Sekarang kita coba dengan algoritma pemrogramannya.</p>
<blockquote>
<pre><strong>KAMUS</strong>
  i     : integer
  bil   : integer
  prima : boolean
<strong>ALGORITMA</strong>
  prima ← false
  input (bil)
  if (bil=2) then
     prima ← true
  else
     for i ← 2 to bil-1 do
        if (bil mod i = 0) then
           prima ← false
           exit for <span style="color: #993300;">// keluar dari <em>looping</em></span>
        else
           prima ← true
        endif
     endfor
  endif

  if (prima) then <span style="color: #993300;">// prima=true</span>
     output ("Bilangan Prima")
  else
     output ("Bukan Bilangan Prima")
  endif</pre>
</blockquote>
<p>Logika di atas bisa digunakan kalau kita ingin memeriksa hanya pada satu bilangan tertentu saja.</p>
<p>Bagaimana kalau soal kita kembangkan, menampilkan bilangan prima dari bilangan sekian sampai sekian. Maka tinggal kita kombinasikan dengan <em>looping</em> juga.</p>
<p><strong>Source Code C++.</strong></p>
<pre class="brush: cpp;">
#include &lt;iostream&gt;

/* ------------------------------
    Developed by Galih Hermawan
    Website: http://galih.eu
   ------------------------------ */

using namespace std;

int main()
{
    int i, j, min, max, jum=0, total=0;
    float rata;
    bool prima;

    cout &lt;&lt; &quot;Masukkan nilai batas bawah: &quot;;
    cin &gt;&gt; min;
    cout &lt;&lt; &quot;Masukkan nilai batas atas: &quot;;
    cin &gt;&gt; max;

    while (min &gt; max)
    {
        cout &lt;&lt; &quot;\n\nBatas atas harus lebih besar dari batas bawah.\nMasukkan nilai batas atas: &quot;;
        cin &gt;&gt; max;
    }
    cout &lt;&lt; endl;

    for (i=min;i&lt;=max;i++)
    {
        prima=false;
        if (i==2)
            prima=true;
        else
            {
                for (j=2;j&lt;i;j++)
                {
                    if (i % j==0)
                    {
                        prima=false;
                        break; // keluar dari looping
                    }
                    else
                        prima=true;
                }
            }
        if (prima) // prima = true
        {
            cout &lt;&lt; i &lt;&lt; &quot;\t&quot;;
            jum+=1; // menghitung banyaknya bilangan prima
            total+=i; // total jumlah dari seluruh bil. prima
        }
    }
    cout &lt;&lt; endl;

    cout.setf(ios::fixed);
    cout.setf(ios::showpoint);
    cout.precision(2);

    rata=(float)total/jum;
    cout &lt;&lt; &quot;\nTerdapat &quot; &lt;&lt; jum &lt;&lt; &quot; bilangan dengan total &quot; &lt;&lt; total;
    cout &lt;&lt; &quot;\nRata-ratanya &quot; &lt;&lt; rata &lt;&lt; endl;
    system (&quot;PAUSE&quot;);
    return 0;
}
</pre>
<p>Contoh tampilan:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-306" title="prima (c)" src="http://galih.eu/wp-content/uploads/2009/06/prima-c.JPG" alt="prima (c)" width="356" height="185" /></p>
<p><strong>Source Code Java.</strong></p>
<pre class="brush: java;">
import java.util.Scanner;
/* ------------------------------
    Developed by Galih Hermawan
    Website: http://galih.eu
   ------------------------------ */
public class DeretPrima
{
    public static void main( String[] args )
    {
        Scanner input = new Scanner( System.in );

        int i, j, min, max, jum=0, total=0;
        float rata;
        boolean prima;

        System.out.print(&quot;Masukkan nilai batas bawah: &quot;);
        min = input.nextInt();
        System.out.print(&quot;Masukkan nilai batas atas: &quot;);
        max = input.nextInt();

        while (min &gt; max)
        {
            System.out.print(&quot;\n\nBatas atas harus lebih besar dari batas bawah.\nMasukkan nilai batas atas: &quot;);
            max = input.nextInt();
        }

        System.out.print(&quot;\n&quot;);

        for (i=min;i&lt;=max;i++)
        {
            prima=false;
            if (i==2)
                prima=true;
            else
                {
                    for (j=2;j&lt;i;j++)
                    {
                        if (i % j==0)
                        {
                            prima=false;
                            break; // keluar dari looping
                        }
                        else
                            prima=true;
                    }
                }
            if (prima) // prima = true
            {
                System.out.printf(&quot;%d\t&quot;,i);
                jum+=1; // menghitung banyaknya bilangan prima
                total+=i; // total jumlah dari seluruh bil. prima
            }
        }

        rata=(float)total/jum;
        System.out.printf(&quot;\n\nTerdapat %d bilangan dengan total %d.&quot;,jum,total);
        System.out.printf(&quot;\nRata-ratanya %5.2f&quot;,rata);

    }
}
</pre>
<p>Contoh tampilan:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-307" title="prima (java)" src="http://galih.eu/wp-content/uploads/2009/06/prima-java.JPG" alt="prima (java)" width="423" height="269" /></p>
<p>Versi Visual Basic 6 bisa Anda lihat di <a href="http://if.web.id/visual-basic-vb/(beginner)-bilangan-ganjil-atau-genap/">http://if.web.id/visual-basic-vb/(beginner)-bilangan-ganjil-atau-genap/</a></p>
<p>Mudah-mudahan Allah ta&#8217;ala jadikan tutorial ini sebagai &#8216;ilmu yang bermanfaat. Amiin.</p>
<p><strong><span style="color: #3366ff;">Allaahu Akbar.</span></strong></p>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=305&type=feed" alt="" />
	<h4>Tulisan yang berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/06/22/algoritma-deret-genap-dan-ganjil/" title="Algoritma Deret Genap dan Ganjil (22 June 09)">Algoritma Deret Genap dan Ganjil</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/06/22/algoritma-deret-bilangan-yang-habis-dibagi-bilangan-tertentu/" title="Algoritma Deret Bilangan Yang Habis Dibagi Bilangan Tertentu (22 June 09)">Algoritma Deret Bilangan Yang Habis Dibagi Bilangan Tertentu</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/09/hello-world-2/" title="Hello World! (9 February 09)">Hello World!</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/06/24/algoritma-deret-bilangan-prima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
