<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Galih Hermawan on The Net &#187; mahasiswa</title>
	<atom:link href="http://galih.eu/tag/mahasiswa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://galih.eu</link>
	<description>Seorang hamba Allah ta'ala, naib Rasulullah Muhammad saw., dan pewaris kitabullah AlQur'an</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Aug 2010 02:18:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Laki-laki Idola</title>
		<link>http://galih.eu/2009/02/24/laki-laki-idola/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/02/24/laki-laki-idola/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 16:12:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, Allah ta&#8217;ala berkuasa atas seluruh makhluk-Nya, dan makhluk itu lemah tak berdaya, bahkan terhadap dirinya sendiri. Judul topik yang penulis buat ini memang agak-agak aneh. Insya Allah, secara akal, ummat Islam tahu bahwa lelaki idola ya cuma satu, siapa lagi kalau bukan nabi terkahir ummat akhir zaman, baginda Rasulullah Muhammad saw. Sedikit cerita mengenai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, Allah ta&#8217;ala berkuasa atas seluruh makhluk-Nya, dan makhluk itu lemah tak berdaya, bahkan terhadap dirinya sendiri.</p>
<p>Judul topik yang penulis buat ini memang agak-agak aneh.<br />
Insya Allah, secara akal, ummat Islam tahu bahwa lelaki idola ya cuma satu, siapa lagi kalau bukan nabi terkahir ummat akhir zaman, baginda Rasulullah Muhammad saw.</p>
<p>Sedikit cerita mengenai kisah nyata seorang pelajar sholih di luar negeri, tepatnya di England atau Inggris.</p>
<p>Lelaki muda ini atas izin Allah ta&#8217;ala bisa melanjutkan studi ke negara Inggris, dimana waktu itu ummat Islam belum sebanyak sekarang. Pelajar ini sebenarnya sudah menyadari bahwa di negara Inggris ini kondisinya tidak seperti di negara-negara lain yang banyak ummat Islamnya. Pergaulan bebas, free sex, drugs (obat-obatan terlarang), senjata api, dan semuanya yang serba bebas ada di sana. Namun, Alhamdulillah pelajar ini sebelumnya mempunyai background (latar belakang) agama yang kuat, baik dari segi iman, ilmu, dan amalnya.</p>
<p>Maka, berbekal kondisi keagamaan yang kuat dari seorang pelajar ini, timbullah kerisauan melihat keadaan ummat di Inggris yang masih banyak terjebak dalam aktivitas kejahiliyahan. Belum lagi kondisi wanita-wanita bule di sana yang akan menarik hati setiap lelaki yang memandangnya membuat hati pelajar ini semakin resah. Yaitu bagaimana supaya imannya tidak tergoda.</p>
<p><span id="more-105"></span>Salah satu nasehat dari orang tua dan &#8216;alim ulama terhadap si pelajar ini adalah agar senantiasa menundukkan (menjaga) pandangan terhadap keduniaan-keduniaan yang bisa meinggalkan jejak/kesan dalam hati. Namanya juga pelajar laki-laki yang belum menikah, jadi maklum saja kalau hawa nafsu untuk melihat wanita cukup kuat.</p>
<p>Atas pertolongan Allah ta&#8217;ala, si pelajar ini belajar terus menerus menundukkan pandangan, terutama terhadap wanita-wanita Inggris yang bisa merontokkan hatinya.</p>
<p>Kita sering mendengar istilah kembang desa atau bunga desa, yang menunjukkan adanya wanita idaman di dalam suatu desa tertentu. Begitu juga wilayah kampus, di kampus si pelajar ini terdapat bunga kampus, yaitu seorang gadis yang masih belia, bule, cakep, intelek, dan berbagai kelebihan yang pasti membuat laki-laki yang melihatnya menjadi jatuh hati. Jadi tidak heran kalau si gadis idaman ini lewat maka setiap lelaki yang melihatnya akan menggodanya, ada yang memanggil-manggil namanya, ada yang bersiul-siul, &#8220;suit&#8230;suit&#8230;.!!!&#8221;, kayak di Indonesia ternyata.</p>
<p>Nah, tibalah si gadis idaman ini melewati si pelajar yang berada di dekatnya, masya Allah, ternyata si pelajar ini tertunduk saja, berusaha agar tidak melihat ke arah gadis ini, berusaha menekan hawa nafsunya yang sedang bergejolak.</p>
<p>Kali pertama belum terjadi apa-apa pada si gadis dan si pelajar ini. Hingga kebeberapa kalinya si gadis lewat di depannya menimbulkan kecurigaan pada si gadis. Mungkin yang dia pikirkan, kok baru kali ini dia melewati seorang lelaki, tetapi dia tidak ditatap atau dilihat. Apakah saya kurang menarik atau kurang cakep, batin si gadis.</p>
<p>Kemudian keesokan lagi si gadis lewat, masih saja si pelajar ini tidak menengok ke arah si gadis. Maka si gadis mulai berfikir aneh lagi, &#8220;Oo..Oo.. jangan-jangan lelaki ini adalah homo&#8221; [<strong>homo </strong>= <em>suka sesama lelaki</em>]. Akhirnya si gadis memberanikan diri untuk menegur sapa si pelajar ini.</p>
<p>Subhanallah, ketika berbicara, mata si pelajar ini berusaha untuk terus menundukkan pandangan meskipun hawa nafsunya menolak, dan kelihatan keki. Si gadis jadi tambah bingung dan bertanya pada pemuda pelajar itu, kenapa dia kok kelihatan aneh sendiri ketimbang lelaki lainnya.</p>
<p>Maka pemuda pelajar ini berkata, &#8220;Sesungguhnya dalam agama kami Islam, wanita itu sangat dimuliakan. Ibarat mutiara atau berlian intan, dimana tidak setiap orang bisa melihatnya, menyentuh atau menjamahnya. Perhiasan ini harus benar-benar dilindungi dan dijaga agar tetap berkilau, indah dan berharga. Seandainya perhiasan ini disentuh oleh setiap orang, maka akan pudarlah pesona keindahannya. Oleh karena itulah dalam agama kami Islam, wanita-wanita muslimah dianjurkan dan diperintahkan untuk menutupi auratnya secara sempurna. Dan bagi para lelaki, tidak dianjurkan melihat aurat wanita lain. Oleh karena itulah saya berusaha mengamalkan nasehat agama ini. Mungkin itulah yang membuat Anda terheran-heran dengan sikap saya.&#8221;</p>
<p>Singkatnya, dari pertemuan pertama itu sudah menimbulkan kesan mendalam pada si gadis bule ini. Selama ini dia lihat, orang-orang Islam dari luarnya saja, dari berita-berita di TV, media, internet dimana selalu menjelek-jelekkan Islam. Akhirnya si gadis England ini mulai sedikit demi sedikit tertarik dengan ajaran Islam, begitu indahnya ajaran Islam, terutama dalam memperlakukan wanita, yang tadinya dia menganggap jilbab (menutup aurat) secara sempurna pada wanita itu mengekang hak asasi wanita, tidak bebas, tidak gaul, dan lain-lainnya, berubah 180 derajat menganggap bahwa hal itu adalah bentuk pemuliaan terhadap wanita.</p>
<p>Hingga sampailah dia ada keinginan kuat untuk memeluk Islam. Si gadis mendekati pemuda pelajar itu dan menyampaikan keinginannya untuk masuk Islam, namun ada syaratnya&#8230;?</p>
<p><strong>ANDA TAHU APA SYARATNYA? HARTA, JABATAN, KEDUDUKAN, KETINGGIAN ILMU, DLL? <span style="color: #0000ff;">BUKAN!</span></strong></p>
<p>Si gadis itu bersedia masuk Islam asalkan si pemuda pelajar Islam tadi bersedia menikahinya !<br />
Allahu Akbar&#8230; seolah-olah pemuda ini mirip peribahasa, sambil menyelam air.</p>
<p>Maka si pelajar ini tidak kuasa menolak rahmat Allah ta&#8217;ala, ada hamba Allah yang dikirim untuk memeluk Islam, merasakan nikmatnya Islam, apalagi si gadis ini adalah idola kampus yang dapat membuat jatuh hati semua laki-laki yang melihatnya.</p>
<p><span style="color: #ffff00;">&#8211;&gt;</span><br />
Subhanallah, dengan amalan sholih menundukkan pandangan saja sudah menjadikan si pemuda pelajar ini menjadi asbab hidayah buat orang lain. Bahkan kecantikan dan kejelitaan si gadis ini adalah hadiah dari Allah ta&#8217;ala.</p>
<p>Dengan menundukkan atau menjaga padangan, maka diri kita akan mendapatkan manisnya iman, menguatkan ingatan, menjadi khusyu&#8217; dalam beribadah, dan berbagai manfaat lain dari Allah ta&#8217;ala.</p>
<p>Mudah-mudahan Allah ta&#8217;ala memberikan kita taufik untuk senantiasa menjaga pandangan dari makhluk-makhluk dunia yang dapat menyebabkan timbulnya kesan dalam hati. Amiin.</p>
<p>-</p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Tulisan disusun ulang berdasarkan:</span></p>
<p><a href="http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/06/laki-laki-idola.html" target="_blank">http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/06/laki-laki-idola.html</a></p></blockquote>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=105&type=feed" alt="" />
	<h4>Tulisan yang berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/" title="Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV (21 February 09)">Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/" title="Saudara muslim Australia bercerita (26 February 09)">Saudara muslim Australia bercerita</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/28/sakitkah-saya/" title="Sakitkah Saya? (28 February 09)">Sakitkah Saya?</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/perjuangan-mendirikan-talim-rumah/" title="Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah (21 February 09)">Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah</a> (1)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/23/perbaiki-akar-ranting-batang-dan-buah-akan-baik/" title="Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik (23 February 09)">Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/02/24/laki-laki-idola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ciri khas orang mencontek</title>
		<link>http://galih.eu/2009/02/20/ciri-khas-orang-mencontek/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/02/20/ciri-khas-orang-mencontek/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 16:34:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[mencontek]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya topik ini cocoknya diletakkan di kategori apa ya? Bingung! Tips? bukan! Tutorial? bukan!&#8230; Terserah deh&#8230; Topik ini penulis buat karena kegiatan mencontek di kalangan pelajar kita sudah bukan sesuatu yang asing, dimana merupakan aktivitas curang yang sering terjadi ketika dalam kelas sedang berlangsung ujian, quis, ulangan, dan semacamnya. Seringnya penulis menjaga mahasiswa yang sedang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya topik ini cocoknya diletakkan di kategori apa ya? Bingung!</p>
<p>Tips? bukan! Tutorial? bukan!&#8230; Terserah deh&#8230; <img src='http://galih.eu/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-52 aligncenter" title="cheating" src="http://galih.eu/wp-content/uploads/2009/02/cheating1.jpg" alt="cheating" width="320" height="212" /></p>
<p>Topik ini penulis buat karena kegiatan mencontek di kalangan pelajar kita sudah bukan sesuatu yang asing, dimana merupakan aktivitas curang yang sering terjadi ketika dalam kelas sedang berlangsung ujian, quis, ulangan, dan semacamnya.</p>
<p>Seringnya penulis menjaga mahasiswa yang sedang ujian/quis, ditambah pengalaman penulis sebagai mahasiswa, secara tidak langsung aktivitas mencontek ini menjadi salah satu aktivitas yang dapat dengan mudah diterka/ditebak atau diketahui<span class="fullpost">.</span></p>
<p><span class="fullpost"><span id="more-74"></span><span style="font-weight: bold;">Berikut karakteristik mahasiswa yang sedang mencontek, dimana asumsi mencontek ini bisa dari <span style="color: #006600;">mencontek lembaran, kertas atau bahkan buku</span> yang berisi jawaban yang sudah disediakan. Bisa juga <span style="color: #006600;">mencontek dari kawannya</span> yang lain.</span></span></p>
<p><span style="color: #000099;">1. Duduknya gelisah</span></p>
<p>Pada dasarnya, setiap kegiatan yang tidak baik akan berdampak pada hati, yaitu muncul rasa gelisah dan takut kalau2 tingkah lakunya ketahuan.<br />
<span style="color: #000099;"><br />
2. Tengok sana tengok sini</span></p>
<p>Orang yang tidak optimis, dengan alasan apapun, akan selalu dan berusaha mengandalkan orang lain. Tidak percaya dengan kemampuan dia sendiri. Tentu saja harus tetap tawakal sama Allah SWT.<br />
<span style="color: #000099;"><br />
3. Kepala menunduk terus menerus (bisa juga ketiduran!)</span></p>
<p>Kepala menunduk terus menerus, bisa jadi di bawah si siswa tersebut ada contekan. Sehingga dia dengan tenangnya memindahkan tulisan jawaban dari sumber contekan ke kertas jawaban dia. Namun sekali lagi, bisa juga ketiduran karena ngantuk/stress.</p>
<p><span style="color: #000099;">4. Suka melihat ke arah dosen/guru/pengajar secara berkesinambungan</span></p>
<p>Siswa seperti ini sedang mencari-cari peluang dosen/guru/pengajarnya lengah. Jika lengah maka dia bersiap-siap untuk mencontek.<br />
Bisa juga si siswa sedang mencontek, karena takut ketahuan pengajarnya, dia sering melihat ke arah dosen. Memang sebenarnya, manfaat atau tujuannya apa sih kok ngeliatin wajah dosen? Jangan2 naksir! <img src='http://galih.eu/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Just kidding.<br />
<span style="color: #000099;"><br />
5. Ramai / berbicara secara kontinyu, dimana suasana kelas seharusnya dalam keadaan tenang</span></p>
<p>Kalau siswa sedang gugup, mau menjawab sendiri dia tidak bisa, dia akan mencoba bertanya pada kawannya. Sementara kawannya juga sedang sibuk mengerjakan ujian serta takut ketahuan memberi contekan pada kawannya, kadang si siswa banyak diam. Nah, si pencontek dengan gigihnya mencari perhatian si kawan yang mau dia contek jawabannya, sambil terus-menerus memanggil namanya. Ramai deh kalau semua siswa kyak gitu.</p>
<p><span style="color: #000099;">6. Terlalu diam (hampir tidak bergerak)</span></p>
<p>Diam yang terus-terusan bahkan hampir tidak bergerak, kemungkinan dia dengan asyik atau tenangnya mencontek. Sebenarnya normal2 saja, tidak usah terlalu kaku atau tegang.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Baiklah, sekarang kita bahas sedikit dampak dari kebiasaan mencontek dalam jangkan panjang si siswa tersebut:</span></p>
<p><span style="color: #000099;">1. Tidak mandiri / Suka bergantung pada orang lain</span></p>
<p>Suka mencontek berarti dia selalu bergantung pada orang lain, termasuk buku atau referensi.<br />
Seandainya orang ini kelak dewasa dan bekerja, dia akan susah kalau kerjanya mandiri, karena harus ditemani, ada pembimbing. Sedangkan kalau kerjanya kelompok, dia hanya bisa mengandalkan orang lain.</p>
<p>Bayangkan kalau mahasiswa tersebut dalam nilai yang bagus pada suatu mata kuliah, namun ketika menghadapi dunia nyata (alias pekerjaan) dia tidak bisa apa2! Akan memalukan dirinya sendiri, tentu saja almamaternya.</p>
<p><span style="color: #000099;">2. Mudah putus asa / mudah menyerah</span></p>
<p>Orang yang suka bergantung pada orang lain akan kebingungan saat tidak ada satu orangpun yang bisa menolongnya dan dimintai pertolongan suatu saat tertentu. Akhirnya, dia akan putus asa, menyerah, dsb. Bagus kalau hal itu menjadi pendidikan buat dia supaya sadar dan mulai mandiri. Alangkah lebih baik kalau hal ini dilakukan sejak awal.</p>
<p><span style="color: #000099;">3. Gampang ditipu atau dibohongi orang lain</span></p>
<p>Pertama kali seseorang minta pertolongan pada orang lain, mungkin orang yang dimintai pertolongan akan memberikan pertolongan. Namun semakin sering dia minta pertolongan, lama2 kalau orang yang dimintai pertolongan tidak ikhlas karena Allah SWT, akan menyebabkan orang tsb menjadi sebel.</p>
<p>Bahkan bisa jadi akan memanfaatkan orang yang minta pertolongan tersebut.<br />
Bayangkan kalau di kelas ketika ujian, ada mahasiswa berfikir, &#8220;<span style="font-style: italic;">kalau saya memberi tahu jawaban ke dia, berarti dia nilainya akan sama dengan saya! Kalau saya kasih dia jawaban yang salah, maka nilai saya tidak akan disaingi oleh dia&#8230; huahahahaaaaa&#8230;&#8230;!!!</span>&#8220;.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Lalu bagaimana solusinya supaya kebiasaan curang (mencontek) bisa berkurang, mudah2an bisa hilang? Mudah2an hal2 berikut bermanfaat:</span><br />
<span style="color: #000099;"><br />
1. Belajar sungguh2 (ikhtiar semampunya dan semaksimal mungkin)</span></p>
<p>Belajar harus dilakukan, tidak boleh tidak. Semakin seing belajar, semakin banyak yang nempel di otak.<br />
Sebagaimana pisau, semakin diasah akan semakin tajam.<br />
Akan lebih menancap lagi kalau kita mencoba menyampaikan (bagi ilmu alias mengajari) ilmu ke kawan yang lain. Dalam arti bukan menggurui, tapi berbagi ilmu pengetahuan.</p>
<p>Kalau ada yang tidak ngerti, buka buku referensi, kemudian tanya pada ahlinya (guru/pengajar) atau kawan lain yang lebih ngerti.</p>
<p><span style="color: #000099;">2. Tawakal kepada Allah SWT</span></p>
<p>Nafikan (hilangkan) kemampuan atau kekuatan diri sendiri / orang lain, yakin hanya kepada Allah SWT yang maha berkehendak.<br />
Setelah kita berikhtiar, serahkan segala sesuatunya pada Allah SWT.<br />
Ikhtiar yang baik adalah ikhtiar yang tidak melalaikan kita dari melaksanakan perintah Allah SWT.</p>
<p>Misal, saking semangat belajar jadi kelewat sholatnya, itu kurang baik.</p>
<p><span style="color: #000099;">3. Syukur kalau mendapat nilai baik dan sabar kalau mendapat nilai yang tidak diharapkan.</span></p>
<p>Dapat nilai berapapun, itu adalah ujian dari Allah SWT.<br />
Apakah kita bersyukur ketika mendapat nikmat, misal nilai yang baik.<br />
Apakah kita bersabar ketika mendapat musibah, misal nilai yang tidak memuaskan.</p>
<p>Syukur dan sabar adalah sifat orang2 sholih terdahulu yang patut kita tiru. Sebagaimana sifat harap dan takut dalam beramal sholih.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-50" title="no-cheating-480gif" src="http://galih.eu/wp-content/uploads/2009/02/no-cheating-480gif1.png" alt="no-cheating-480gif" width="80" height="80" /></p>
<p><span style="color: #ffffff;">-</span></p>
<p><span class="fullpost"><span style="font-weight: bold; color: #ff0000;"> So, keep go on your study! and stop cheating! OK.</span></span></p>
<p><span style="color: #ffffff;">-</span></p>
<p><span class="fullpost">-</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Tulisan disusun ulang berdasarkan:</span></p>
<p><a href="http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/01/ciri-khas-orang-mencontek.html" target="_blank">http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/01/ciri-khas-orang-mencontek.html</a></p></blockquote>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=74&type=feed" alt="" />
	<h4>Tulisan yang berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/24/laki-laki-idola/" title="Laki-laki Idola (24 February 09)">Laki-laki Idola</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik1/" title="Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik(1) (9 February 09)">Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik(1)</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik-2/" title="Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik (2) (9 February 09)">Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik (2)</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/" title="Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV (21 February 09)">Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/" title="Saudara muslim Australia bercerita (26 February 09)">Saudara muslim Australia bercerita</a> (2)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/02/20/ciri-khas-orang-mencontek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik (2)</title>
		<link>http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik-2/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 15:17:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[murid]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Baiklah, lanjutan dari tulisan sebelumnya. Tips berikutnya: 2. Berakhlak baik. Berakhlak / berlaku / tingkah laku yang baik, yaitu kepada pengajar/guru/dosen/ustadz, kemudian kepada orang tua, dan sesama pelajar. Akhlak baik inilah hal lain yang perlu kita perhatikan, tentunya juga kita berusaha mengamalkannya. Penulis pernah mendapat nasehat dari seorang ustadz, bahwa semakin kita menghormati / memuliakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baiklah, lanjutan dari tulisan sebelumnya. Tips berikutnya:</p>
<p><span style="color: #3366ff;"><strong> 2. Berakhlak baik.</strong></span></p>
<p>Berakhlak / berlaku / tingkah laku yang baik, yaitu kepada pengajar/guru/dosen/us<img class="alignright size-full wp-image-55" title="education1" src="http://galih.eu/wp-content/uploads/2009/02/education11.jpg" alt="education1" width="273" height="181" />tadz, kemudian kepada orang tua, dan sesama pelajar.</p>
<p>Akhlak baik inilah hal lain yang perlu kita perhatikan, tentunya juga kita berusaha mengamalkannya.</p>
<p>Penulis pernah mendapat nasehat dari seorang ustadz, bahwa semakin kita menghormati / memuliakan orang yang mengajarkan ilmu pada kita, maka semakin bermanfaat ilmu tersebut, insya Allah. Namun , apabila kita berlaku yang tidak baik, berani, tidak sopan pada orang yang mengajarkan ilmu, maka ilmu yang diberikan pada kita akan tidak barokah.</p>
<p><span id="more-47"></span>Hal itulah yang sampai sekarang penulis tetap berusaha jaga, guru2/dosen2 penulis dulu sekarang menjadi partner kerja, tetaplah beliau2 dulunya adalah guru penulis, sekarang juga.</p>
<p>Terhadap orang tua sangat penting, baik itu orang tua yang melahirkan kita (ibu), yang menjaga dan merawat kita, maupun teman2 atau saudara2 dari orang tua kita. Ridho Allah SWT terhadap anak tergantung dari orang tua.</p>
<p>Kemudian terhadap sesama teman, sehingga bisa menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar.</p>
<p><span style="color: #3366ff;"><strong>3. Meraih prestasi setinggi-tingginya.</strong></span></p>
<p>Siapapun kita, dengan latar belakang apapun, awalilah dengan niat yang benar, mempunyai cita2 yang setinggi-tingginya.</p>
<p>Seandanya di kuliah ada IPK 5.00, maka kejarlah IPK tersebut, perlu kita tanamkan pada diri sendiri &#8220;Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT&#8221;.</p>
<p>Ingat, jangan salah, diri kita ini lemah, hanya Allah SWT yang maha segala-galanya.<br />
Berusaha sekuat mungkin, kemudian serahkan semuanya pada Allah SWT.</p>
<p>Berikut ini adalah tips2 yang berkaitan dengan teknis belajar:</p>
<p><span style="color: #3366ff;"><strong>4. Laki2 dan perempuan sebaiknya terpisah.</strong></span></p>
<p>Hal ini mungkin masih sulit dilaksanakan di sekolah2 umum, namun cita2 kan tidak apa2.<br />
Kenapa harus dipisah, dengan begitu akan menjaga konsentrasi dari si siswa tersebut.</p>
<p>Jika memang suasana kelas masih tercampur, maka diusahakan, laki2 duduknya di depan, dan perempuan di belakang, sebagaimana kita meniru cara sholat berjamaah umat Islam yang ada laki2 dan perempuannya.</p>
<p>Wanita memang syahwatnya lebih besar dari laki2, namun Allah SWT memberi kelebihan pada wanita untuk menahan syahwatnya lebih tahan/kuat ketimbang laki2.</p>
<p>Nah, biar pandangan laki2 tidak terganggu oleh masalah wanita, laki2 di depan.</p>
<p><span style="color: #3366ff;"><strong>5. Jaga pandangan.</strong></span></p>
<p>Waduh yang satu ini memang menimpa semua kalangan, laki2, perempuan, anak muda, orang tua, dll.</p>
<p>Menjaga pandangan adalah cara lain supaya hati kita bersih, hati yang bersih akan mencerdaskan otak, bersih dari fikiran2 kotor.</p>
<p>Penulis sendiri terus berjuang dalam hal ini, harus berjuang sampai akhir hayat.<br />
Meski sudah punya istri, atau perempuan yang sudah punya suami, pun terkena fitnah yang satu ini.</p>
<p>Penulis pernah mendapat sebuah ilustrasi dari orang tua, bahwa dalam otak kita ini dimisalkan terdapat sejumlah lampu2 yang tak terhitung banyaknya, semakin banyak lampu yang menyala maka semakin mudah kita dalam belajar, semakin mudah kita dalam memahami sesuatu hal.</p>
<p>Sebaliknya, semakain banyak lampu yang mati, maka semakin susah kita dalam belajar.</p>
<p>Hubungannya apa dengan jaga pandangan?</p>
<p>OK. Ibaratnya, ketika kita satu kali melihat aurat wanita (bagi laki2, bisa juga sebaliknya), apalagi kalau dengan sengaja, maka bbrp lampu yang diilustrasikan dalam otak kita akan padam. Coba bayangkan kita setiap hari berapa kali kita melihat aurot wanita / laki2 lain, berapa banyak lampu2 dalam otak kita ini mati.</p>
<p>Mungkin untuk sementara hanya tips2 di atas yang bisa penulis sampaikan berdasarkan nasehat orang2 tua / ustadz, dan pengalaman penulis. Tidak ada referensi khusus dalam masalah ini, jika Anda merasa tips ini bermanfaat, silakan diamalkan.</p>
<p>Jika tidak, ya tinggalkan saja, mohon maaf atas kesalahannya.</p>
<p>Btw, berapa banyak ilmuwan2 di negara kita khususnya yang mempunyai gelar berderet-deret memanjang di belakang namanya? Banyak sekali.</p>
<p>Tapi kenapa kok negara kita serasa tidak aman, sentosa, banyak masalah, musibah?</p>
<p>Allahu a&#8217;lam.</p>
<p>Mari perbaiki diri kita, niat kita yang lurus, jaga akhlak yang baik pada semua orang, terutama guru/orang tua kita. Biar ilmunya barokah.</p>
<p>So, kepintaran yang Allah SWT anugerahkan kita tidak digunakan untuk &#8220;<em>minteri</em>&#8221; alias ngakali orang lain.</p>
<p><span style="color: #008000;">See you on next tips!</span></p>
<p>-</p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Tulisan disusun ulang berdasarkan:</span></p>
<p><a href="http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/01/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang_12.html" target="_blank">http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/01/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang_12.html</a></p></blockquote>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=47&type=feed" alt="" />
	<h4>Tulisan yang berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik1/" title="Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik(1) (9 February 09)">Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik(1)</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/20/ciri-khas-orang-mencontek/" title="Ciri khas orang mencontek (20 February 09)">Ciri khas orang mencontek</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/24/laki-laki-idola/" title="Laki-laki Idola (24 February 09)">Laki-laki Idola</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/05/16/fasilitas-harus-sebanding-dengan-kualitas/" title="Fasilitas harus sebanding dengan kualitas (16 May 09)">Fasilitas harus sebanding dengan kualitas</a> (7)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik(1)</title>
		<link>http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik1/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 15:11:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[murid]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya informasi yang mau penulis tulis di sini bbrp kali sering penulis sampaikan pada mahasiswa di kelas. Hal ini adalah pengalaman penulis sendiri ketika masih berstatus sebagai mahasiswa, dimana waktu itu juga mendapat nasehat orang2 tua yang sudah pensiun dari mahasiswa. So, ilmunya turun temurun dari satu orang ke orang lain, tergantung orang tersebut mau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-55" title="education1" src="http://galih.eu/wp-content/uploads/2009/02/education11.jpg" alt="education1" width="262" height="173" /></p>
<p>Sebenarnya informasi yang mau penulis tulis di sini bbrp kali sering penulis sampaikan pada mahasiswa di kelas. Hal ini adalah pengalaman penulis sendiri ketika masih berstatus sebagai mahasiswa, dimana waktu itu juga mendapat nasehat orang2 tua yang sudah pensiun dari mahasiswa.</p>
<p>So, ilmunya turun temurun dari satu orang ke orang lain, tergantung orang tersebut mau melaksanakannya atau tidak.</p>
<p>Tips ini berkaitan dengan metode belajar yang pernah dilakukan penulis ketika masih mahasiswa yang memang mempunyai dampak positif terhadap perkembangan prestasi penulis selama masa belajar</p>
<p>Tidak ada referensi/standarisasi khusus tentunya, semua itu tergantung dari masing2 individu.</p>
<p>Penulis mendapat nasehat waktu itu dari bbrp orang tua yang sudah berpengalaman, yan paling penting dan utama adalah:</p>
<p><span style="color: #3366ff;"><strong>1. Meluruskan Niat.</strong></span></p>
<p>Ketika seseorang memasuki masa2 sekolah/kuliah/belajar apapun, niat adalah modal awal. Dikarenakan hasil yang akan dicapai oleh orang tersebut bergantung dari niat awalnya.<br />
<span id="more-42"></span>Pengalaman penulis sebagai mahasiswa dulu dan sekarang dimana sebagai seorang pengajar sering berinteraksi dengan mahasiswa, pada awal2nya santai2 dulu, bbrp org berpendapat &#8220;Kuliah masih lama ini&#8230;&#8221;, akhirnya ketika masa2 belajar semakin lama, kebiasaan buruk tersebut susah untuk dihilangkan.</p>
<p>Diakhir-akhir kuliah menjadi malas, tanggung jawab menumpuk, dan berbagai masalah lainnya, baik internal maupun eksternal.</p>
<p>Alhamdulillah kalau orang2 tsb sempat insaf&#8230; kalau tidak, bukannya selesai masalah, malah masalah semakin bertambah.</p>
<p>Mudah2an hal2 di bawah ini yang tidak baik tidak terjadi pada kita:<br />
- Ada yang niat mencari pasangan hidup<br />
- Keliatan keren atau gengsi kalau tidak kuliah/sekolah<br />
- Mencari gelar (D3/S1/S2/S3, dll)<br />
- Kelihatan mulia atau orang yang berpendidikan di mata masyarakat<br />
- Rencana balas dendam terhadap sesuatu hal (Merancang mulai dari awal!)<br />
- Sekadar kuliah/sekolah, ikut2an orang lain.<br />
- Menyenangkan orang tua<br />
- Menuntut ilmu setinggi langit<br />
- Dan lain2&#8230;. Wallaahu a&#8217;lam, hanya Allah SWT yang tahu niat2 hambanya.</p>
<p>So, mari kita luruskan niat, tidak hanya siswa, tapi semua orang&#8230; kita hidup dunia ini mau ngapain saja, padahal kita hanya menunggu mati saja.</p>
<p>-</p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Tulisan disusun ulang berdasarkan:</span></p>
<p><a href="http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/01/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang.html" target="_blank">http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/01/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang.html</a></p></blockquote>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=42&type=feed" alt="" />
	<h4>Tulisan yang berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik-2/" title="Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik (2) (9 February 09)">Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik (2)</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/20/ciri-khas-orang-mencontek/" title="Ciri khas orang mencontek (20 February 09)">Ciri khas orang mencontek</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/24/laki-laki-idola/" title="Laki-laki Idola (24 February 09)">Laki-laki Idola</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/05/16/fasilitas-harus-sebanding-dengan-kualitas/" title="Fasilitas harus sebanding dengan kualitas (16 May 09)">Fasilitas harus sebanding dengan kualitas</a> (7)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
