<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Galih Hermawan on The Net &#187; kuliah</title>
	<atom:link href="http://galih.eu/tag/kuliah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://galih.eu</link>
	<description>Seorang hamba Allah ta'ala, naib Rasulullah Muhammad saw., dan pewaris kitabullah AlQur'an</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Aug 2010 02:18:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Fasilitas harus sebanding dengan kualitas</title>
		<link>http://galih.eu/2009/05/16/fasilitas-harus-sebanding-dengan-kualitas/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/05/16/fasilitas-harus-sebanding-dengan-kualitas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 04:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillahi robbil &#8216;aalamiin. Segala pujian hanya milik Allah ta&#8217;ala. Semoga Allah ta&#8217;ala senantiasa mencurahkan sholawat serta salam kepada baginda Rasulullah Muhammad saw. dan seluruh ummatnya di seluruh alam. Amiin. Hari demi hari ketemu mahasiswa/i, baik itu di kelas ketika waktu belajar, di jalan raya, di warung, dan berbagai tempat. Bandung memang salah satu kota pelajar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillahi robbil &#8216;aalamiin.</p>
<p>Segala pujian hanya milik Allah ta&#8217;ala. Semoga Allah ta&#8217;ala senantiasa mencurahkan sholawat serta salam kepada baginda Rasulullah Muhammad saw. dan seluruh ummatnya di seluruh alam. Amiin.</p>
<p>Hari demi hari ketemu mahasiswa/i, baik itu di kelas ketika waktu belajar, di jalan raya, di warung, dan berbagai tempat.</p>
<p>Bandung memang salah satu kota pelajar di Indonesia. Selain di dalamnya terdapat Universitas Negeri yang cukup populer, juga banyak berdiri kampus-kampus swasta yang bertebaran di mana-mana.</p>
<p>Sekilas penulis akan bercerita bahwa pada tahun 2000 ketika pertama kali datang ke Bandung untuk kuliah di UNIKOM, beberapa teman-teman mahasiswa yang sama-sama kuliah di jurusan Teknik Informatika sudah mulai membeli sebuah komputer (PC atau desktop). Saat itu jarang sekali yang menggunakan laptop (notebook) seperti saat ini (2009).</p>
<p>Banyak juga mahasiswa yang tidak punya komputer (termasuk penulis <img src='http://galih.eu/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ), sehingga penulis dan teman-teman lebih sering memanfaatkan komputer dengan cara sewa di rental komputer. Dimana harus disisihkan sebagian dari uang makan.</p>
<p><span id="more-265"></span>Kondisi umum mahasiswa saat ini, terutama di jurusan IF Unikom, banyak mahasiswa yang datang ke kampus sambil membawa laptopnya, sambil memanfaatkan hotspot gratis.</p>
<p>Dalam kenyataan yang penulis hadapi dulu, justru teman-teman mahasiswa yang belum memiliki komputer malah lebih kelihatan sungguh-sungguh dikarenakan takut ketinggalan sama yang punya komputer.</p>
<p>Sedangkan yang sudah punya komputer ada sebagian yang malah bukan buat sarana belajar, tapi buat main game, dan perkara-perkara lalai yang bukan sebagai kegiatan utama belajar.</p>
<p>Kondisi saat ini berbeda jauh dengan kondisi penulis ketika masih kuliah. Laptop (portable komputer) sudah tersebar dimana-mana, teknologi semakin canggih. Dampak postifinya, semakin mempermudah kita dalam mengakses informasi atau berbagi informasi dengan orang lain.</p>
<p>Namun, ternyata dampak negatifnya lebih dahsyat! Kemudahan mengakses informasi dimanfaatkan untuk mengakses sumber daya yang melalaikan dari tujuan utama belajar, seperti: games, movies, porn things, etc.</p>
<p>Secara tidak sadar &#8220;<em><strong>hiburan</strong></em>&#8221; tersebut di atas melalaikan kita dari pembelajaran yang sesungguhnya. Zaman penulis kuliah, hiburan buat kami mahasiswa hanya sebagai sarana pelampiasan kepenatan semasa kuliah untuk sementara saja. Namun saat ini seolah-olah telah menjadi maksud, yang celakanya tidak disadari oleh kaum pelajar dan pemuda kita.</p>
<p>Dengan alasan refreshing, para syeithon dan orang-orang &#8220;<em>kafir</em>&#8221; telah memasukkan benih-benih kelalaian dalam diri pemuda dan pelajar kita.</p>
<p>Jangankan untuk ibadah (sholat, dzikir, ngaji, dsb), untuk belajar sebagai kepentingan sekolah atau kuliahnya saja banyak yang terbengkalai.</p>
<p>Bahkan dari pengalaman penulis mengajar beberapa tahun di prodi Teknik Informatika UNIKOM, kualitas belajar, termasuk akhlaq pemuda/pelajar kita sudah jauh menurun dari generasi-generasi sebelumnya.</p>
<p>Innalillaahi wa inna ilaihi roji&#8217;uun.</p>
<p>Maka, maksud dan tujuan aktivitas sekolah/kuliah harus segera diperbaiki, para bapak/ibu orang tua yang sudah susah payah mencari uang untuk keperluan sekolah/kuliah anaknya banyak dilalaikan untuk perkara-perkara di luar perkuliahan, betapa dhzallimnya kita pada orang tua.</p>
<p>Satu-satunya cara untuk meluruskan niat para pemuda/pelajar kita, khususnya dalam kegiatan belajar mengajar, baik di sekolah maupun perkuliahan adalah dengan memperbaiki akar daripada segala permasalahan, yaitu Iman.</p>
<p>Dengan iman yang betul terhadap Allah ta&#8217;ala dan hari Akherat, mau tidak mau kita jadi ingat bahwa hidup di dunia hanya sementara saja, hidup di akherat selama-lamanya.</p>
<p>Bagi seorang pelajar, tidak mungkin mau menghabiskan waktunya untuk perkara yang sia2, apalagi tidak ada hubungannya sama sekali dengan kegiatan sekolah/kuliah.</p>
<p>Dengan iman yang betul dan amal sholih yang baik, akan senantiasa diingatkan bahwa harta, diri, dan waktu kita adalah titipan dari Allah swt. yang harus kita gunakan sebaik-baiknya sesuai dengan perintah Allah swt. dan sunnah Rasulullah saw.</p>
<p>Dengan demikian, diri kita siapapun, termasuk pemuda/pelajar kita akan lurus dalam niatnya insya Allah.</p>
<p>Perlu kita latih juga untuk mendirikan sholat fardhu 5 waktu berjamaah di Masjid atau dimanapun ada adzan dikumandangkan secara tepat waktu, insya Allah kedisiplinan para pemuda/pelajar kita pun akan diperbaiki oleh Allah ta&#8217;ala.</p>
<p>Hal ini tentu dibutuhkan contoh, teladan, dan kerja sama dari para orang tua, guru, dan dosen.</p>
<p><span style="color: #008000;"><strong>GURU = digugu dan ditiru</strong></span></p>
<p>Jadi harus jadi panutan yang baik buat para pemuda dan para murid2nya.</p>
<p>Apabila seorang guru dan orang tua tidak bisa jadi contoh yang baik, na&#8217;udzubillah, maka akan semakin memperburuk kondisi (akhlaq) para pemuda/pelajar kita.</p>
<p>Mudah-mudahan Allah ta&#8217;ala memberi kita kemudahan dalam menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya sebagaimana yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah Muhammad saw. Amiin.</p>
<p>Kebenaran hanya dari Allah dan Rasul-Nya. Penulis adalah hamba yang dho&#8217;if.</p>
<p>Wa maa taufiqi illa billaah.</p>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=265&type=feed" alt="" />
	<h4>Tulisan yang berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/" title="Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV (21 February 09)">Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/" title="Saudara muslim Australia bercerita (26 February 09)">Saudara muslim Australia bercerita</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/28/sakitkah-saya/" title="Sakitkah Saya? (28 February 09)">Sakitkah Saya?</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/perjuangan-mendirikan-talim-rumah/" title="Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah (21 February 09)">Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah</a> (1)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/23/perbaiki-akar-ranting-batang-dan-buah-akan-baik/" title="Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik (23 February 09)">Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/05/16/fasilitas-harus-sebanding-dengan-kualitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik (2)</title>
		<link>http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik-2/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 15:17:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[murid]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Baiklah, lanjutan dari tulisan sebelumnya. Tips berikutnya: 2. Berakhlak baik. Berakhlak / berlaku / tingkah laku yang baik, yaitu kepada pengajar/guru/dosen/ustadz, kemudian kepada orang tua, dan sesama pelajar. Akhlak baik inilah hal lain yang perlu kita perhatikan, tentunya juga kita berusaha mengamalkannya. Penulis pernah mendapat nasehat dari seorang ustadz, bahwa semakin kita menghormati / memuliakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baiklah, lanjutan dari tulisan sebelumnya. Tips berikutnya:</p>
<p><span style="color: #3366ff;"><strong> 2. Berakhlak baik.</strong></span></p>
<p>Berakhlak / berlaku / tingkah laku yang baik, yaitu kepada pengajar/guru/dosen/us<img class="alignright size-full wp-image-55" title="education1" src="http://galih.eu/wp-content/uploads/2009/02/education11.jpg" alt="education1" width="273" height="181" />tadz, kemudian kepada orang tua, dan sesama pelajar.</p>
<p>Akhlak baik inilah hal lain yang perlu kita perhatikan, tentunya juga kita berusaha mengamalkannya.</p>
<p>Penulis pernah mendapat nasehat dari seorang ustadz, bahwa semakin kita menghormati / memuliakan orang yang mengajarkan ilmu pada kita, maka semakin bermanfaat ilmu tersebut, insya Allah. Namun , apabila kita berlaku yang tidak baik, berani, tidak sopan pada orang yang mengajarkan ilmu, maka ilmu yang diberikan pada kita akan tidak barokah.</p>
<p><span id="more-47"></span>Hal itulah yang sampai sekarang penulis tetap berusaha jaga, guru2/dosen2 penulis dulu sekarang menjadi partner kerja, tetaplah beliau2 dulunya adalah guru penulis, sekarang juga.</p>
<p>Terhadap orang tua sangat penting, baik itu orang tua yang melahirkan kita (ibu), yang menjaga dan merawat kita, maupun teman2 atau saudara2 dari orang tua kita. Ridho Allah SWT terhadap anak tergantung dari orang tua.</p>
<p>Kemudian terhadap sesama teman, sehingga bisa menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar.</p>
<p><span style="color: #3366ff;"><strong>3. Meraih prestasi setinggi-tingginya.</strong></span></p>
<p>Siapapun kita, dengan latar belakang apapun, awalilah dengan niat yang benar, mempunyai cita2 yang setinggi-tingginya.</p>
<p>Seandanya di kuliah ada IPK 5.00, maka kejarlah IPK tersebut, perlu kita tanamkan pada diri sendiri &#8220;Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT&#8221;.</p>
<p>Ingat, jangan salah, diri kita ini lemah, hanya Allah SWT yang maha segala-galanya.<br />
Berusaha sekuat mungkin, kemudian serahkan semuanya pada Allah SWT.</p>
<p>Berikut ini adalah tips2 yang berkaitan dengan teknis belajar:</p>
<p><span style="color: #3366ff;"><strong>4. Laki2 dan perempuan sebaiknya terpisah.</strong></span></p>
<p>Hal ini mungkin masih sulit dilaksanakan di sekolah2 umum, namun cita2 kan tidak apa2.<br />
Kenapa harus dipisah, dengan begitu akan menjaga konsentrasi dari si siswa tersebut.</p>
<p>Jika memang suasana kelas masih tercampur, maka diusahakan, laki2 duduknya di depan, dan perempuan di belakang, sebagaimana kita meniru cara sholat berjamaah umat Islam yang ada laki2 dan perempuannya.</p>
<p>Wanita memang syahwatnya lebih besar dari laki2, namun Allah SWT memberi kelebihan pada wanita untuk menahan syahwatnya lebih tahan/kuat ketimbang laki2.</p>
<p>Nah, biar pandangan laki2 tidak terganggu oleh masalah wanita, laki2 di depan.</p>
<p><span style="color: #3366ff;"><strong>5. Jaga pandangan.</strong></span></p>
<p>Waduh yang satu ini memang menimpa semua kalangan, laki2, perempuan, anak muda, orang tua, dll.</p>
<p>Menjaga pandangan adalah cara lain supaya hati kita bersih, hati yang bersih akan mencerdaskan otak, bersih dari fikiran2 kotor.</p>
<p>Penulis sendiri terus berjuang dalam hal ini, harus berjuang sampai akhir hayat.<br />
Meski sudah punya istri, atau perempuan yang sudah punya suami, pun terkena fitnah yang satu ini.</p>
<p>Penulis pernah mendapat sebuah ilustrasi dari orang tua, bahwa dalam otak kita ini dimisalkan terdapat sejumlah lampu2 yang tak terhitung banyaknya, semakin banyak lampu yang menyala maka semakin mudah kita dalam belajar, semakin mudah kita dalam memahami sesuatu hal.</p>
<p>Sebaliknya, semakain banyak lampu yang mati, maka semakin susah kita dalam belajar.</p>
<p>Hubungannya apa dengan jaga pandangan?</p>
<p>OK. Ibaratnya, ketika kita satu kali melihat aurat wanita (bagi laki2, bisa juga sebaliknya), apalagi kalau dengan sengaja, maka bbrp lampu yang diilustrasikan dalam otak kita akan padam. Coba bayangkan kita setiap hari berapa kali kita melihat aurot wanita / laki2 lain, berapa banyak lampu2 dalam otak kita ini mati.</p>
<p>Mungkin untuk sementara hanya tips2 di atas yang bisa penulis sampaikan berdasarkan nasehat orang2 tua / ustadz, dan pengalaman penulis. Tidak ada referensi khusus dalam masalah ini, jika Anda merasa tips ini bermanfaat, silakan diamalkan.</p>
<p>Jika tidak, ya tinggalkan saja, mohon maaf atas kesalahannya.</p>
<p>Btw, berapa banyak ilmuwan2 di negara kita khususnya yang mempunyai gelar berderet-deret memanjang di belakang namanya? Banyak sekali.</p>
<p>Tapi kenapa kok negara kita serasa tidak aman, sentosa, banyak masalah, musibah?</p>
<p>Allahu a&#8217;lam.</p>
<p>Mari perbaiki diri kita, niat kita yang lurus, jaga akhlak yang baik pada semua orang, terutama guru/orang tua kita. Biar ilmunya barokah.</p>
<p>So, kepintaran yang Allah SWT anugerahkan kita tidak digunakan untuk &#8220;<em>minteri</em>&#8221; alias ngakali orang lain.</p>
<p><span style="color: #008000;">See you on next tips!</span></p>
<p>-</p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Tulisan disusun ulang berdasarkan:</span></p>
<p><a href="http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/01/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang_12.html" target="_blank">http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/01/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang_12.html</a></p></blockquote>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=47&type=feed" alt="" />
	<h4>Tulisan yang berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik1/" title="Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik(1) (9 February 09)">Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik(1)</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/20/ciri-khas-orang-mencontek/" title="Ciri khas orang mencontek (20 February 09)">Ciri khas orang mencontek</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/24/laki-laki-idola/" title="Laki-laki Idola (24 February 09)">Laki-laki Idola</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/05/16/fasilitas-harus-sebanding-dengan-kualitas/" title="Fasilitas harus sebanding dengan kualitas (16 May 09)">Fasilitas harus sebanding dengan kualitas</a> (7)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik(1)</title>
		<link>http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik1/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 15:11:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[murid]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya informasi yang mau penulis tulis di sini bbrp kali sering penulis sampaikan pada mahasiswa di kelas. Hal ini adalah pengalaman penulis sendiri ketika masih berstatus sebagai mahasiswa, dimana waktu itu juga mendapat nasehat orang2 tua yang sudah pensiun dari mahasiswa. So, ilmunya turun temurun dari satu orang ke orang lain, tergantung orang tersebut mau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-55" title="education1" src="http://galih.eu/wp-content/uploads/2009/02/education11.jpg" alt="education1" width="262" height="173" /></p>
<p>Sebenarnya informasi yang mau penulis tulis di sini bbrp kali sering penulis sampaikan pada mahasiswa di kelas. Hal ini adalah pengalaman penulis sendiri ketika masih berstatus sebagai mahasiswa, dimana waktu itu juga mendapat nasehat orang2 tua yang sudah pensiun dari mahasiswa.</p>
<p>So, ilmunya turun temurun dari satu orang ke orang lain, tergantung orang tersebut mau melaksanakannya atau tidak.</p>
<p>Tips ini berkaitan dengan metode belajar yang pernah dilakukan penulis ketika masih mahasiswa yang memang mempunyai dampak positif terhadap perkembangan prestasi penulis selama masa belajar</p>
<p>Tidak ada referensi/standarisasi khusus tentunya, semua itu tergantung dari masing2 individu.</p>
<p>Penulis mendapat nasehat waktu itu dari bbrp orang tua yang sudah berpengalaman, yan paling penting dan utama adalah:</p>
<p><span style="color: #3366ff;"><strong>1. Meluruskan Niat.</strong></span></p>
<p>Ketika seseorang memasuki masa2 sekolah/kuliah/belajar apapun, niat adalah modal awal. Dikarenakan hasil yang akan dicapai oleh orang tersebut bergantung dari niat awalnya.<br />
<span id="more-42"></span>Pengalaman penulis sebagai mahasiswa dulu dan sekarang dimana sebagai seorang pengajar sering berinteraksi dengan mahasiswa, pada awal2nya santai2 dulu, bbrp org berpendapat &#8220;Kuliah masih lama ini&#8230;&#8221;, akhirnya ketika masa2 belajar semakin lama, kebiasaan buruk tersebut susah untuk dihilangkan.</p>
<p>Diakhir-akhir kuliah menjadi malas, tanggung jawab menumpuk, dan berbagai masalah lainnya, baik internal maupun eksternal.</p>
<p>Alhamdulillah kalau orang2 tsb sempat insaf&#8230; kalau tidak, bukannya selesai masalah, malah masalah semakin bertambah.</p>
<p>Mudah2an hal2 di bawah ini yang tidak baik tidak terjadi pada kita:<br />
- Ada yang niat mencari pasangan hidup<br />
- Keliatan keren atau gengsi kalau tidak kuliah/sekolah<br />
- Mencari gelar (D3/S1/S2/S3, dll)<br />
- Kelihatan mulia atau orang yang berpendidikan di mata masyarakat<br />
- Rencana balas dendam terhadap sesuatu hal (Merancang mulai dari awal!)<br />
- Sekadar kuliah/sekolah, ikut2an orang lain.<br />
- Menyenangkan orang tua<br />
- Menuntut ilmu setinggi langit<br />
- Dan lain2&#8230;. Wallaahu a&#8217;lam, hanya Allah SWT yang tahu niat2 hambanya.</p>
<p>So, mari kita luruskan niat, tidak hanya siswa, tapi semua orang&#8230; kita hidup dunia ini mau ngapain saja, padahal kita hanya menunggu mati saja.</p>
<p>-</p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Tulisan disusun ulang berdasarkan:</span></p>
<p><a href="http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/01/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang.html" target="_blank">http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/01/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang.html</a></p></blockquote>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=42&type=feed" alt="" />
	<h4>Tulisan yang berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik-2/" title="Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik (2) (9 February 09)">Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik (2)</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/20/ciri-khas-orang-mencontek/" title="Ciri khas orang mencontek (20 February 09)">Ciri khas orang mencontek</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/24/laki-laki-idola/" title="Laki-laki Idola (24 February 09)">Laki-laki Idola</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/05/16/fasilitas-harus-sebanding-dengan-kualitas/" title="Fasilitas harus sebanding dengan kualitas (16 May 09)">Fasilitas harus sebanding dengan kualitas</a> (7)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
