<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Galih Hermawan on The Net &#187; Islam</title>
	<atom:link href="http://galih.eu/category/islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://galih.eu</link>
	<description>Seorang hamba Allah ta'ala, naib Rasulullah Muhammad saw., dan pewaris kitabullah AlQur'an</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Aug 2010 02:18:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>FaceBook Haram ? Mari kita pelajari</title>
		<link>http://galih.eu/2009/05/26/facebook-haram-mari-kita-pelajari/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/05/26/facebook-haram-mari-kita-pelajari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 01:28:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillahi nahmaduhu wa nusholli wa nusallimu &#8216;alaa rasulihil kariim. Amma ba&#8217;du. Akhir-akhir ini berita yang muncul di internet yang cukup mengejutkan para FaceBookers (penggemar situs FaceBook.com) adalah munculnya informasi (fatwa) dari sebagian &#8216;ulama Islam yang mengatakan bahwa penggunaan FaceBook diharamkan. Sumber bisa diperoleh di sini: Forum Santri Haramkan Friendster dan Facebook http://regional.kompas.com/read/xml/2009/05/22/19412039/forum.santri.haramkan.friendster.dan.facebook Ulama Jatim Fatwakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillahi nahmaduhu wa nusholli wa nusallimu &#8216;alaa rasulihil kariim. Amma ba&#8217;du.</p>
<p>Akhir-akhir ini berita yang muncul di internet yang cukup mengejutkan para <em><strong>FaceBookers </strong></em>(penggemar situs FaceBook.com) adalah munculnya informasi (fatwa) dari sebagian &#8216;ulama Islam yang mengatakan bahwa penggunaan FaceBook diharamkan.</p>
<p><strong>Sumber bisa diperoleh di sini:</strong></p>
<p><span style="color: #3366ff;">Forum Santri Haramkan Friendster dan Facebook</span></p>
<p>http://regional.kompas.com/read/xml/2009/05/22/19412039/forum.santri.haramkan.friendster.dan.facebook</p>
<p><span style="color: #3366ff;">Ulama Jatim Fatwakan Facebook Haram </span></p>
<p>http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/12856/ulama-jatim-fatwakan-facebook-haram</p>
<p>Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata ada tambahan informasi, dengan sumber yang sama menyatakan bahwa penggunaan FaceBook secara berlebihan adalah haram (kondisional).</p>
<p><strong>Sumber ada di sini:</strong></p>
<p><span style="color: #3366ff;">Lirboyo: Facebook Haram Jika Merangsang Syahwat</span></p>
<p>http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/05/24/brk,20090524-177809,id.html</p>
<div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"><span style="color: #3366ff;">Facebook Haram?</span></div>
<p>http://regional.kompas.com/read/xml/2009/05/24/08194589/Facebook.Haram</p>
<p>Mari  kita telusuri sedikit berkenaan dengan objek pembahasan (FaceBook.com), untuk selanjutnya akan penulis singkat dengan istilah <strong>FB</strong>.</p>
<p>FaceBook.Com adalah sebuah situs atau website bertipe <em>social networking</em>, dimana di dalamnya menyediakan fasilitas bagi para anggotanya untuk mengisikan data-data pribadinya, meliputi biodata, riwayat sekolah, pekerjaan, dan lain-lain. Keuntungan lain yang ditawarkan oleh pengembang situs FaceBook.com  salah satu di antaranya adalah pengguna dapat mencari teman (anggota lain) yang memiliki kriteria sama, misal satu sekolah, satu kota, satu penggemar, dan lain-lain.</p>
<p><span id="more-272"></span>Situs lain yang mempunyai fungsi hampir sama dengan <strong>FB </strong>adalah Friendster.com, MySpace.com, dan lain-lain.</p>
<p>Fasilitas lain yang menurut penulis merupakan kesukaan dari anggota <strong>FB</strong> adalah kemudahan menuliskan status secara <em>realtime</em>, dimana anggota FB dapat setiap saat menuliskan apa yang ada difikirannya, baik sekedar untuk memberitahukan aktivitas yang dilakukan oleh anggota yang bersangkutan, kirim informasi, iseng, dan lain-lain yang ditujukan khususnya pada semua anggota yang mempunyai akses untuk melihat status orang lain, biasanya anggota yang sudah menjadi Teman (<em><strong>Friend</strong></em>) dari anggota yang bersangkutan.</p>
<p>Kadang kala ketika seorang anggota <strong>FB </strong>lagi suntuk, ada masalah, <em>bad mood</em>, sering juga ditemui kata-kata umpatan, caci maki, atau ungkapan kekesalan.</p>
<p>Ada juga yang memanfaatkan <strong>FB </strong>untuk saling berkirim informasi atau pesan ke anggota lain yang menjadi temannya.</p>
<p>Dan tentunya fasilitas-fasilitas lain yang beraneka ragam.</p>
<p><strong>FB </strong>dalam hal ini mempunyai dampak positif dan negatif sebagaimana objek lain yang ada di dunia.</p>
<p>Kita ilustrasikan dengan pisau, ada yang memanfaatkan untuk kebaikan, seperti memotong buah-buahan, menyembelih hewaan kurban, dan keperluan rumah tangga lainnya.</p>
<p>Ada juga yang menggunakannya untuk kejahatan, seperti membunuh orang dengan sengaja (berniat jelek), dan perbuatan lain yang dapat membahayakan nya hidup makhluk hidup secara tidak sah menurut hukum hakam agama Islam, maupun hukum negara.</p>
<p>Sekilas yang penulis tangkap, dengan mengharamkan suatu objek dikarenakan ada pemanfaatan objek yang menyalahi aturan sepertinya kurang tepat. Kecuali jika objek tersebut memang jelas-jelas diharamkan oleh agama Islam, seperti anjing, babi, dan hal-hal lain yang telah diterangkan dalam Al-Qur&#8217;an dan sunnah.</p>
<p>Sedangkan <strong>FB </strong>ini adalah salah satu teknologi sebagaimana pisau, semuanya tergantung dari si penggunanya dan untuk keperluan apa teknologi tersebut dimanfaatkan. Jika pengharaman <strong>FB </strong>memang terjadi, itu sama artinya dengan mengharamkan pisau secara mutlak, dikarenakan ada pemanfaatan pisau yang menyalahi aturan.</p>
<p>Hal ini akan memicu para pengguna <strong>FB </strong>untuk melakukan kritik perbandingan, seperti:</p>
<ol>
<li>Kenapa Friendster.com dan Myspace.com tidak diharamkan, toh sama dengan <strong>FB</strong>?</li>
<li>Kenapa tidak teknologi internet sekalian yang diharamkan?</li>
<li>Kenapa tidak komputer sekalian diharamkan?</li>
<li>Dan lain-lain.</li>
</ol>
<p>Kurang lebih itulah yang penulis lihat dalam forum-forum diskusi di internet, terutama KasKus.us sebagai salah satu komunitas online terbesar di Indonesia.</p>
<p>Apalagi pengguna internet, khususnya <strong>FB</strong>, yang beraneka ragam, baik dari segi pendidikan, pekerjaan, agama, suku, dengan tanpa melakukan <em>cross check</em> terlebih dahulu menimbulkan tulisan-tulisan yang penulis pandang sebagai bentuk pencacian dan kritik terhadap &#8216;ulama &#8211; &#8216;ulama yang bersangkutan. Dimana tentunya ini dapat menimbulkan dosa bagi ummat Islam yang melakukannya. Sedangkan bagi Syeithon dan bala tentaranya, orang-orang kafir, memanfaatkan momen ini untuk mengadu domba ummat Islam, antara &#8216;ulama yang pro dan &#8216;ulama yang kontra, antara ummat dan &#8216;ulama, dsb.</p>
<p>Tentunya hal ini bagi kita ummat Islam sangat tidak diharapkan.</p>
<p>Kalau kita pelajari, setiap teknologi akan mempunyai dampak positif dan negatif, apalagi yang dibuat oleh orang-orang kafir dengan maksud supaya ummat Islam lalai dari melaksanakan perintah-perintah Allah ta&#8217;ala dan sunnah Rasulullah saw.</p>
<p>Hak bagi &#8216;alim &#8216;ulama yang ada kemampuan berijtihad adalah mengeluarkan fatwa demi tegaknya agama Islam di muka bumi, demi kemaslahatan ummat. Apabila fatwa yang dikeluarkan salah, si mujtahid akan dapat 1 pahala, jika benar akan dapat 2 pahala.</p>
<p>Alangkah lebih baik dan bijaksana jika setiap ummat Islam, khususnya para &#8216;alim &#8216;ulama untuk membimbing ummat supaya senantiasa mengusahakan peningkatan iman dan amal sholihnya, mengajak terhadap pengamalan sunnah-sunnah Rasulullah saw., memberi contoh yang baik dalam amal-amal masjid, dan amal-amal sholih lainnya. Dengan adanya iman yang kuat, kesibukan dalam amal sholih, insya Allah akan menjadi tameng dari segala bisikan-bisikan syeithon, termasuk teknologi-teknologi apapun yang dapat digunakan untuk memudharatkan ummat Islam.</p>
<p>Termasuk <strong>FB</strong>, maupun teknologi lain, atau bahkan benda-benda apapun di dunia ini tidak akan mampu menyesatkan hamba Allah yang diberi petunjuk oleh Allah ta&#8217;ala.</p>
<p>Bagi kita ummat Islam yang bukan dari kalangan &#8216;alim &#8216;ulama, apapun fatwa yang dikeluarkan berkenaan dengan pengharaman <strong>FB</strong>, meskipun bukan keluar dari MUI Indonesia secara terpusat, atau menurut jumhur &#8216;ulama di dunia, jangan sampai membuat kita mencaci-maki dan mengkritik &#8216;alim &#8216;ulama kita tersebut.</p>
<p>Jika Anda ragu-ragu mengenai fatwa tersebut, silakan ditanyakan pada &#8216;alim &#8216;ulama di tempat Anda atau dimanapun, khususnya MUI berkenaan dengan fatwa tersebut, kemudian mohonlah petunjuk dari Allah ta&#8217;ala dan amalkan secara istiqomah (konsisten).</p>
<p>Insya Allah dengan demikian hati kita akan senantiasa bersih dari sangka buruk, iri dengki, dan terpelihara dari kekotoran hati. Kita juga minta pertolongan pada Allah ta&#8217;ala agar hati kita senantiasa diisi dengan harapan dan ketergantungan kepada Allah ta&#8217;ala dan amal sholih kita, jangan sampai ada sedikitpun ketergantungan pada makhluk-makhluk Allah, teknologi apapun, termasuk <strong>FB </strong>ini.</p>
<p>Mari kita fahami dan amalkan hadits Nabi berikut:</p>
<p>&#8220;Dari Abu Hurairah radhiyallaahu &#8216;anhu, ia berkata, Rasulullah shalallaahu &#8216;alaihi wasallam bersabda, &#8216;<strong>Apabila ummatku sudah mengagungkan dunia, maka akan tercabut dari mereka kehebatan Islam. Dan apabila mereka meninggalkan amar ma&#8217;ruf nahi munkar, maka mereka akan terhalang dari keberkahan wahyu. Dan apabila ummatku saling menghina, maka jatuhlah mereka dari pandangan Allah ta&#8217;ala.</strong>&#8216; &#8221; (Hakim, Tirmidzi, dalam kitab Durul Mantsur).</p>
<p>Mudah-mudahan Allah ta&#8217;ala memberikan kita taufik dan hidayah untuk senantiasa menjalankan semua perintah-Nya sebagaimana yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah Muhammad  shalallaahu &#8216;alaihi wasallam. Amiin.</p>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=272&type=feed" alt="" />
	<h4>Tulisan yang berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/" title="Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV (21 February 09)">Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/" title="Saudara muslim Australia bercerita (26 February 09)">Saudara muslim Australia bercerita</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/28/sakitkah-saya/" title="Sakitkah Saya? (28 February 09)">Sakitkah Saya?</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/perjuangan-mendirikan-talim-rumah/" title="Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah (21 February 09)">Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah</a> (1)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/23/perbaiki-akar-ranting-batang-dan-buah-akan-baik/" title="Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik (23 February 09)">Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/05/26/facebook-haram-mari-kita-pelajari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari mem-&#8221;Promosikan&#8221; Allah swt. dan Rasul-Nya</title>
		<link>http://galih.eu/2009/03/07/mari-mempromosikan-allah-swt-dan-rasul-nya/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/03/07/mari-mempromosikan-allah-swt-dan-rasul-nya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 07:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, Segala puji hanyalah kepunyaan Allah swt. , memang tidak sesuatupun yang pantas dipuji dan diagungkan kecuali hanyalah Allah swt. Allah swt. yang menciptakan setiap makhluk-Nya, yang memelihara dan menjaganya, memberikan rizki, hingga suatu saat Dia pula yang akan mematikan dan menghancurkannya. Hari ini begitu banyak partai atau perwakilan parta politik yang begitu gencarnya mempromosikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah,</p>
<p>Segala puji hanyalah kepunyaan Allah swt. , memang tidak sesuatupun yang pantas dipuji dan diagungkan kecuali hanyalah Allah swt.</p>
<p>Allah swt. yang menciptakan setiap makhluk-Nya, yang memelihara dan menjaganya, memberikan rizki, hingga suatu saat Dia pula yang akan mematikan dan menghancurkannya.</p>
<p>Hari ini begitu banyak partai atau perwakilan parta politik yang begitu gencarnya mempromosikan para wakilnya agar dipilih oleh masyarakat, padahal hal ini harusnya menjadi pelajaran bagi masyarakat, berapa banyak partai dan wakil rakyat yang dahulu kita elu-elukan, kita promosikan, berusaha membelanya, bahkan berapa banyak orang yang sampai rela menghabiskan dan mengorbankan harta, bahkan jiwanya agar partai atau wakil rakyat yang dipilihnya itu berhasil mencapai tujuannya.</p>
<p>Alhasil, berapa banyak pula masyarakat yang dikhianati oleh orang yang pilihnya itu. Subhanallah.</p>
<p>Hanya Allah swt. dzat yang tidak akan menyalahi janji, bergantung pada makhluk, hanya akan membuat kita semakin susah, hati terasa sempit dan guncang ketika apa yang kita gantungkan tidak sesuai harapan, sebaliknya dapat menyebabkan iman kita keluar apabila yakin terhadap makhluk Allah mengalahkan yakin terhadap sang Pencipta makhluk itu sendiri, yakni Allah ta&#8217;ala.</p>
<p><span id="more-121"></span>Mungkin kalau kita sedang jalan di jalan2 raya atau jalan kecil, foto2 calon2 wakil rakyat begitu banyak dipajang, pembicaraan-pembicaraan yang mengarah pada ajakan untuk memeilih seseorang sudah bukan hal asing di telinga masyarakat.</p>
<p>Namun, ketika didengarkan keagungan dan sifat2 Allah swt. yang mulia di telinga  kita, seolah sesuatu yang aneh dan malas sekali untuk mendengarkan, apalagi untuk membicarakannya.</p>
<p>Seorang &#8216;alim ulama bercerita bahwa dahulu para shahabatNabi Muhammad saw., ketika bertemu dengan shahabat lainnya, maka dia berkata, <span style="color: #0000ff;">&#8220;Wahai saudaraku, mari kita beriman sejenak!&#8221;</span>.</p>
<p>Maka, orang yang diajak tadi sempat marah, dan berkata, &#8220;<span style="color: #008000;">Saya ini sudah beriman, kok diajak beriman sesaat!</span>&#8221;</p>
<p>Maka shahabat pertama tadi menjelaskan, bahwa dia bermaksud mengajak orang tersebut untuk berbicara perkara keagungan Allah swt, perkara akherat, dengan tujuan untuk meningkatkan iman.</p>
<p>Benarlah firman Allah ta&#8217;ala, yang artinya, &#8220;<strong>Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.</strong>&#8221; (<span style="color: #333399;">Adz-Dzariyat: 55</span>).</p>
<p>&#8216;Alim ulama menambahkan, bahwa maksud dari kedua shahabat Nabi dengan istilah <em>&#8220;beriman sejenak</em>&#8221; adalah, orang tersebut menyampaikan keagungan2 Allah ta&#8217;ala dan mebicarakan perkara2 agama, akherat, kemudian meminta orang tersebut untuk mengajak orang lain berbicara pembicaraan yang sama.</p>
<p>Maka, marilah kita ummat Islam menambah porsi isi pembicaraan kita mengenai pembicaraan yang berisikan keagungan2 Allah ta&#8217;ala di depan manusia, di depan istri/suami, anak, orang tua, kawan, dan semua orang.</p>
<p>Mari kita belajar membicarakan akherat, alam kubur, shirot, nerakan dan surga, di depan manusia, untuk siapa? untuk diri kita sendiri.</p>
<p>Agama Islam bukanlah agama kebatinan, tapi berupa amal.</p>
<p>Insya Allah dengan memperbanyak membicarakan keagungan2 Allah swt., banyak membicarakan iman yakin, kehidupan akherat, niscaya iman kita akan ditingkatkan oleh Allah swt.</p>
<p>Kurangi atau bahkan hilangkan mengagung-agungkan manusia2 yang masih hidup tersebut, tidak ada jaminan orang yang kita agungkan itu mulia di sisi Allah ta&#8217;ala.</p>
<p>Allah subhanahu wa ta&#8217;ala yang maha baik, yang tidak pernah menyalahi janji, yang menjaga kita di kala kita terjaga maupun tidur, yang terus memberikan rizki, padahal kita orang yang banyak berbuat dosa, mari bertobat kepada Allah ta&#8217;ala, ikuti jalannya Rasulullah saw dan para shahabatnya.</p>
<p>La hauwla wa quwwaata illa billah.</p>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=121&type=feed" alt="" />
	<h4>Tulisan yang berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/" title="Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV (21 February 09)">Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/" title="Saudara muslim Australia bercerita (26 February 09)">Saudara muslim Australia bercerita</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/28/sakitkah-saya/" title="Sakitkah Saya? (28 February 09)">Sakitkah Saya?</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/perjuangan-mendirikan-talim-rumah/" title="Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah (21 February 09)">Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah</a> (1)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/23/perbaiki-akar-ranting-batang-dan-buah-akan-baik/" title="Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik (23 February 09)">Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/03/07/mari-mempromosikan-allah-swt-dan-rasul-nya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sakitkah Saya?</title>
		<link>http://galih.eu/2009/02/28/sakitkah-saya/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/02/28/sakitkah-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 01:49:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, Asyhaduallaah ilaaha illallaah, wa asyhaduanna Muhammadan &#8216;abduhu wa rasuuluh. Atas karunia Allah ta&#8217;ala yang maha luas, penulis bisa menulis di blog ini setelah sekian bulan terakhir ini offline menulis. Dalam kehidupan sehari-hari kita, untuk orang-orang yang beriman akan senantiasa diuji oleh Allah ta&#8217;ala dengan ujian yang menurut pengetahuan Allah ta&#8217;ala kita mampu mengatasinya. Yakinlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah,</p>
<p>Asyhaduallaah ilaaha illallaah, wa asyhaduanna Muhammadan &#8216;abduhu wa rasuuluh.</p>
<p>Atas karunia Allah ta&#8217;ala yang maha luas, penulis bisa menulis di blog ini setelah sekian bulan terakhir ini offline menulis.</p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari kita, untuk orang-orang yang beriman akan senantiasa diuji oleh Allah ta&#8217;ala dengan ujian yang menurut pengetahuan Allah ta&#8217;ala kita mampu mengatasinya. Yakinlah bahwa Allah ta&#8217;ala menguji kita hendak meningkatkan iman dan taqwa kita.</p>
<p>Sebagaimana ujian sekolah umum, mulai tingkat SD sampai perguruan tinggi, tujuan diadakannya ujian adalah untuk menguji tingkat pemahaman kita terhadap pelajaran yang disampaikan oleh guru/dosen kita.</p>
<p>Begitupun Allah ta&#8217;ala yang maha baik, senantiasa memberikan ujian-ujian pada kita ialah untuk menguji keimanan kita. Apabila kita berhasil melewati ujian, maka bertambahlah kasih sayang dan rahmat-Nya pada kita hamba-Nya.</p>
<p><span id="more-118"></span>Ujian-ujian Allah ta&#8217;ala tidak bisa diprediksi, namun semuanya tentu sudah ada kunci jawabannya. Satu-satunya manusia yang memegang kunci jawabannya adalah baginda Rasulullah Muhammad saw. Murid-murid Beliau saw. pun telah berhasil mengatasi ujian-ujian Allah ta&#8217;ala ketika masih hidup di dunia, bahkan sebelum lulus-pun sudah menyandang gelar Radhiyallahu &#8216;anhum, sebuah gelar tertinggi untuk manusia di bawah para Nabi dan Rasul.</p>
<p>Di antara ujian Allah ta&#8217;ala yang akan penulis sampaikan di sini adalah ujian sakit. Perkara sakit jasmani maupun kesembuhan sesungguhnya berada di genggaman Allah ta&#8217;ala. Jika Allah berkehendak kita sakit jasmani, seperit: pusing, pilek, demam, stroke, dsb&#8230; ketahuilah bahwa Allah ta&#8217;ala hendak membersihkan dosa-dosa kita, doa orang yang sakit makbul (ijabah) di sisi Allah ta&#8217;ala. Dan Allah mengetahui bahwa dengan ujian sakit jasmani ini, kalau kita bersabar akan meningkatkan iman dan taqwa kita.</p>
<p>Begitu juga dengan kesembuhan, hanya Allah ta&#8217;ala yang bisa menyembuhkan segala penyakit, berbagai macam obat-obatan di dunia ini, para dokter, tabib, dan ahli pengobatan lainnya tidak akan pernah berhasil menyambuhkan penyakit apapun kecuali atas izin Allah ta&#8217;ala.</p>
<p>Bagaimana cara bersabar? Tegakkan sholat.</p>
<p>Hampir dalam kehidupan sehari-hari kita, setiap kali mengalami sakit jasmani, maka akan segera berobat atau mencari cara/solusi bagaimana supaya kita sembuh? Rasanya kurang nyaman dalam beraktifitas kalau dalam keadaan kurang sehat. Betulkah seperti itu?<br />
Sedangkan para sahabat nabi saw. sebaliknya, ketika senantiasa sehat, jarang diserang penyakit, para sahabat ini justru khawatir, jangan2 Allah ta&#8217;ala tidak menyayanginya! Subhanallaah.</p>
<p>Para pembaca yang baik, namun ada satu sakit yang lebih sering menerpa kita, namun seringkali kita mengabaikannya, padahal sakit yang satu ini adalah akar dari segala penyakit. Apakah itu? SAKIT IMAN.</p>
<p>Apabila kita sakit iman, atau iman kita sedang menurun, kita seolah-olah tidak merasa kalau kita sedang sakit iman, kenapa? Karena iman kita lemah.</p>
<p>Itulah bedanya sakit jasmani dan sakit iman.</p>
<blockquote><p>Nikmatnya makan akan sangat terasa kalau pernah mengalami lapar.</p>
<p>Nikmatnya tidur akan sangat nyenyak sekali kalau kita dalam keadaan ngantuk.</p>
<p>Nikmatnya punya harta kalau kita pernah merasakan miskin.</p>
<p>Nikmatnya sehat jasmani kalau kita pernah merasakan sakit jasmani.</p></blockquote>
<p>Sedangkan nikmat iman hanya akan terasa kalau iman kita dalam keadaan bagus atau tinggi, bukan harus mengalami sakit iman dulu, soalnya kalau sakit iman, tidak akan pernah merasakan manisnya iman.</p>
<p>Dampak dari sakit iman tidak hanya akan dirasakan ketika kita sudah mati dan berada di alam akherat, namun di dunia saja juga akan mempunyai dampak yang nyata. Pernahkan Anda mengalami selalu was-was, putus asa, tidak tenang, stress, padahal di sekeliling Anda begitu banyak duniawi yang menemani, seperti: kekayaan, jabatan, wanita/lelaki, keluarga, pendidikan, dll? Satu-satunya obat hati adalah dengan memperbaiki iman dan amal sholih kita.</p>
<p>Beberapa gejala-gejala sakit iman ialah:<br />
1. Yakin yang rusak atau tidak sempurna terhadap Allah ta&#8217;ala dan Rasulullah saw.<br />
2. Sholat yang tidak khusyu&#8217; dan tidak terjaga.<br />
3. Malas menuntut dan mengamalkan ilmu agama, malas berdzikir.<br />
4. Akhlaq yang jelek, baik terhada sesama muslim, non muslim, maupun makhluk Allah yang lain.<br />
5. Tidak pernah ikhlas dalam beramal.<br />
6. Tidak mau berkorban harta, diri, dan waktu untuk kepentingan agama.</p>
<p>Gejala2 tersebut di atas akan penulis paparkan dalam tulisan berikut.</p>
<p>Mudah2an Allah ta&#8217;ala memberikan kita kefahaman agama dan diberikan kekuatan untuk mengamalkan dan menyampaikannya pada orang lain. Amiin.</p>
<p>-</p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Tulisan disusun ulang berdasarkan:</span></p>
<p><a href="http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/11/sakitkah-saya-bagian-1.html" target="_blank">http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/11/sakitkah-saya-bagian-1.html</a></p></blockquote>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=118&type=feed" alt="" />
	<h4>Tulisan yang berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/" title="Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV (21 February 09)">Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/" title="Saudara muslim Australia bercerita (26 February 09)">Saudara muslim Australia bercerita</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/perjuangan-mendirikan-talim-rumah/" title="Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah (21 February 09)">Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah</a> (1)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/23/perbaiki-akar-ranting-batang-dan-buah-akan-baik/" title="Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik (23 February 09)">Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/03/07/mari-mempromosikan-allah-swt-dan-rasul-nya/" title="Mari mem-&#8221;Promosikan&#8221; Allah swt. dan Rasul-Nya (7 March 09)">Mari mem-&#8221;Promosikan&#8221; Allah swt. dan Rasul-Nya</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/02/28/sakitkah-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saudara muslim Australia bercerita</title>
		<link>http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 05:23:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Namhmaduhu wa nusholli wa nusallimu &#8216;alaa rasulihil kariim. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ta&#8217;ala, satu-satunya Dzat yang berhak dimintai pertolongan dan satu-satunya Dzat yang bisa memberi pertolongan pada hamba-hamba -Nya. Pada hari kamis, ahad yang lalu, tepatnya tanggal 28 Agustus 2008, di Masjid Al Madinah, jl. depok no. 2A, Antapani &#8211; Bandung, di masjid kedatangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Namhmaduhu wa nusholli wa nusallimu &#8216;alaa rasulihil kariim.</p>
<p>Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ta&#8217;ala, satu-satunya Dzat yang berhak dimintai pertolongan dan satu-satunya Dzat yang bisa memberi pertolongan pada hamba-hamba -Nya.</p>
<p>Pada hari kamis, ahad yang lalu, tepatnya tanggal 28 Agustus 2008, di Masjid Al Madinah, jl. depok no. 2A, Antapani &#8211; Bandung, di masjid kedatangan tamu-tamu saudara kita semuslim dari Australia.</p>
<p>Beliau adalah bule asli, seorang mualaf sejak 9-10 tahun yang lalu.<br />
Seusai sholat maghrib berjama&#8217;ah, beliau banyak bercerita tentang kebesaran sifat-sifat Allah ta&#8217;ala yang mulia, pentingnya menghidupkan sunnah baginda Rasulullah Muhammad saw. , kemudan bercerita perkembangan da&#8217;wah Islam di negeri kangguru tersebut, dan dilanjutkan dengan kisah beliau masuk Islam.</p>
<p><span id="more-115"></span>Perkembangan da&#8217;wah di Australia Alhamdulillah semakin pesat atas karunia Allah ta&#8217;ala. Yang dulunya ketika awal-awal ummat Islam memasuki Australia hanya segelintir orang saja. Untuk mendirikan sholat berjama&#8217;ah saja susahnya bukan main, bahkan masjid waktu itu cuma satu bangunan saja.</p>
<p>Bahkan, beliau bercerita, sholat Jum&#8217;at yang sama-sama kita ketahui adalah sholat yang dikerjakan pada hari Jum&#8217;at, tidak bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya. Saudara-saudara kita ummat Islam waktu itu mendirikan sholat Jum&#8217;at pada hari Ahad, dikarenakan hari itu adalah satu-satunya hari libur kerja. Allahu Akbar. Mirip sekali dengan kondisi awal di negara-negara Eropa.</p>
<p>Selanjutnya dengan adanya pertolongan Allah ta&#8217;ala, mulai muncullah risau dan fikir bagaimana supaya ummat Islam di Australia bisa mengamalkan agama Islam dengan sebaik mungkin, sehingga dengan pengorbanan harta, diri, dan waktu sendiri, saudara-saudara kita Australia mulai buat da&#8217;wah Ilallah. Sehingga sampai waktu ini, Allah ta&#8217;ala kasih karunia dengan jumlah ummat Islam yang semakin besar, jumlah bangunan-bangunan Masjid sampai ratusan buah. Allahu Akbar.</p>
<p>Kemudian beliau cerita tentang kisah beliau sampai mendapatkan hidayah dari Allah ta&#8217;ala.</p>
<p>Beliau dalam keseharian pekerjaannya sering bertemu dengan seorang muslim dari Indonesia, dimana dia ini subhanallah atas karunia Allah ta&#8217;ala senantiasa mengamalkan sunnah dalam kehidupan kesehariannya, tidak terkesan dengan lingkungan Australia yang mayoritas adalah non Muslim.</p>
<p>Beberapa contoh adalah, ketika aktivitas makan dan minum. Baginda Nabi Muhammad saw. mengajarkan pada kita agar makan dengan duduk di lantai, menggunakan tangan kanan (tanpa sendok), menggunakan 3 jari dan ketika minum juga tidak boleh berdiri, pakai tangan kanan, dan meminum secara pelan2 selama 3x awal, baru diteguk seluruhnya. Nah, beliau orang Australia ini seringkali menemukan kejanggalan dalam setiap aktivitas orang Indonesia ini. Ketika ada acara Standing Party, dimana semua orang makan dan minum dengan berdiri, tetapi orang Muslim Indonesia ini dengan teguhnya mengamalkan sunnah dalam makan dan minum, dikenal dengan adab makan. Sehingga, saudara kita Australia ini terheran-heran, &#8220;Apa maksudnya orang ini?&#8221; kata beliau.</p>
<p>La Ilaha Illallah. Di situlah mulai Allah ta&#8217;ala tanamkan getaran-getaran jiwa dalam hati orang Australia ini. Semakin hari semakin banyak dilihat aktivitas-aktivitas keseharian ini kok banyak sekali yang bertentangan dengan keseharian orang2 non muslim di sini? Memang perintah Allah ta&#8217;ala dan Rasul-Nya adalah kita jangan sama dengan orang2 kafir, kita harus menyelisihinya.</p>
<p>Bahkan ketika suatu saat datang seseorang dengan berpakaian seperti pengkut Music PUNK, rambuat dibuat meruncing ke atas, anting2 sebanyak puluhan ditindik dari hidung nyambung ke telinga, pakaian yang mirip orang2 punk, subhanallah, maka mata orang2 melihat ke arah si Punk tersebut, namun sesaat kemudian lewatlah saudara muslim Indonesia ini dengan menggunakan baju sunnah, jenggot panjang, menggunakan kopyah, sehingga orang2 bule yang tadinya melihat si Punk ini menjadi berubah melihati orang Indonesia ini.</p>
<p>Saudara kita Australia ini menceritakan, bahwa waktu benar2 menjadi suatu daya tarik yang sangat kuat sekali buat orang2 non muslim, hati sangat bergetar ketika melihat orang Muslim Indonesia ini mengamalkan sunnah.</p>
<p>Begitu juga ketika orang Australia ini sering berdiskusi dengan orang Indonesia ini. Banyak bercerita sebab2 apa kok di melakukan aktivitas yang nyleneh2 tersebut? Bahkan mulai dari adab buang air kecil, buang air besar, tidur, dan semuanya, telah diceritakan pada orang Australia ini. Subhanallah. Bahkan beberapa lama sebelum beliau masuk Islam, beliau begitu lama mengamalkan sunnah ini dikarenakan manfaat2 duniawi yang dia rasakan khususnya di bidang kesehatan. Bagiamana dengan kita orang Islam?</p>
<p>Pernah sekali beliau meninggalkan beberapa sunnah yang biasa dia amalkan, malahan badannya terasa aneh, seperti tidak nyaman. Ada saja sesuatu yang tidak enak dirasa ketika satu sunnah ditinggalkan. &#8220;Pasti ada sesuatu yang dahsyat dengan amalan ini!&#8221;, kata beliau.</p>
<p>Namun waktu itu beliau masih malu untuk masuk Islam, dikarenakan takut dianggap orang gila sama warga di sana. Beliau mengatakan, orang2 Australia semuanya mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah kecuali satu Tuhan, yaitu Allah ta&#8217;ala. Namun mereka menolak kalau hidupnya dijalankan atas dasar agama. Sehingga semua orang beragama, baik muslim maupun lainnya dianggap orang2 gila saja.</p>
<p>Ketika itu memang teman wanita yang hidup serumah ketika melihat amalan2 sunnah di kamar mandi ikut tercengang dengan tingkah laku si laki2 Australia ini, Alhamdulillah setelah buat da&#8217;wah, Allah ta&#8217;ala kasih hidayah juga pada perempuan ini. Akhirnya saudara kita Australia ini pun menikahi teman wanita yang pada masa jahiliyah ini sering tinggal bersama. Allahu Akbar.</p>
<p>Pesan beliau, khususnya pada orang2 muslim Indonesia, hidupkan amalan sunnah, janganlah kalian malu dan ragu dalam mengamalkan sunnah. Insya Allah, akan ada kejayaan dibaliknya. Dan yakinkan semua orang Muslim akan tergerak hatinya, bahkan orang2 non muslim pun akan tergetar hatinya apabila kita ummat Islam menegakkan sunnah dengan sebaik-baiknya.<br />
Demikian sedikit cerita dari saudara muslim kita dari Australia, masya Allah, malu sekali kita orang Islam yang seudah lama memeluk agama Islam, namun begitu banyak amalan2 agama, sunnah yang tidak kita amalkan, bahkan kita tinggalkan.</p>
<p>Mari sama2 kita perbaiki iman dan amal sholih kita dengan belajar mengorbankan harta, diri, dan waktu sendiri untuk agama Allah.</p>
<p>Di awal bulan Ramadhan 1429 H ini, mari sama2 kita memaafkan kesalahan saudara2 kita, dan kita mohon maaf pada setiap orang. Mudah2an Allah ta&#8217;ala menetapkan hidayah-Nya pada kita semua. Amiin.</p>
<p>-</p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Tulisan disusun ulang berdasarkan:</span></p>
<p><a href="http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/09/saudara-muslim-australia-bercerita.html" target="_blank">http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/09/saudara-muslim-australia-bercerita.html</a></p></blockquote>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=115&type=feed" alt="" />
	<h4>Tulisan yang berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/" title="Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV (21 February 09)">Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/23/ebook-ayat-ayat-cinta/" title="EBook Ayat-Ayat Cinta (23 February 09)">EBook Ayat-Ayat Cinta</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/28/sakitkah-saya/" title="Sakitkah Saya? (28 February 09)">Sakitkah Saya?</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/perjuangan-mendirikan-talim-rumah/" title="Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah (21 February 09)">Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah</a> (1)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/23/perbaiki-akar-ranting-batang-dan-buah-akan-baik/" title="Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik (23 February 09)">Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Laki-laki Idola</title>
		<link>http://galih.eu/2009/02/24/laki-laki-idola/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/02/24/laki-laki-idola/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 16:12:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, Allah ta&#8217;ala berkuasa atas seluruh makhluk-Nya, dan makhluk itu lemah tak berdaya, bahkan terhadap dirinya sendiri. Judul topik yang penulis buat ini memang agak-agak aneh. Insya Allah, secara akal, ummat Islam tahu bahwa lelaki idola ya cuma satu, siapa lagi kalau bukan nabi terkahir ummat akhir zaman, baginda Rasulullah Muhammad saw. Sedikit cerita mengenai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, Allah ta&#8217;ala berkuasa atas seluruh makhluk-Nya, dan makhluk itu lemah tak berdaya, bahkan terhadap dirinya sendiri.</p>
<p>Judul topik yang penulis buat ini memang agak-agak aneh.<br />
Insya Allah, secara akal, ummat Islam tahu bahwa lelaki idola ya cuma satu, siapa lagi kalau bukan nabi terkahir ummat akhir zaman, baginda Rasulullah Muhammad saw.</p>
<p>Sedikit cerita mengenai kisah nyata seorang pelajar sholih di luar negeri, tepatnya di England atau Inggris.</p>
<p>Lelaki muda ini atas izin Allah ta&#8217;ala bisa melanjutkan studi ke negara Inggris, dimana waktu itu ummat Islam belum sebanyak sekarang. Pelajar ini sebenarnya sudah menyadari bahwa di negara Inggris ini kondisinya tidak seperti di negara-negara lain yang banyak ummat Islamnya. Pergaulan bebas, free sex, drugs (obat-obatan terlarang), senjata api, dan semuanya yang serba bebas ada di sana. Namun, Alhamdulillah pelajar ini sebelumnya mempunyai background (latar belakang) agama yang kuat, baik dari segi iman, ilmu, dan amalnya.</p>
<p>Maka, berbekal kondisi keagamaan yang kuat dari seorang pelajar ini, timbullah kerisauan melihat keadaan ummat di Inggris yang masih banyak terjebak dalam aktivitas kejahiliyahan. Belum lagi kondisi wanita-wanita bule di sana yang akan menarik hati setiap lelaki yang memandangnya membuat hati pelajar ini semakin resah. Yaitu bagaimana supaya imannya tidak tergoda.</p>
<p><span id="more-105"></span>Salah satu nasehat dari orang tua dan &#8216;alim ulama terhadap si pelajar ini adalah agar senantiasa menundukkan (menjaga) pandangan terhadap keduniaan-keduniaan yang bisa meinggalkan jejak/kesan dalam hati. Namanya juga pelajar laki-laki yang belum menikah, jadi maklum saja kalau hawa nafsu untuk melihat wanita cukup kuat.</p>
<p>Atas pertolongan Allah ta&#8217;ala, si pelajar ini belajar terus menerus menundukkan pandangan, terutama terhadap wanita-wanita Inggris yang bisa merontokkan hatinya.</p>
<p>Kita sering mendengar istilah kembang desa atau bunga desa, yang menunjukkan adanya wanita idaman di dalam suatu desa tertentu. Begitu juga wilayah kampus, di kampus si pelajar ini terdapat bunga kampus, yaitu seorang gadis yang masih belia, bule, cakep, intelek, dan berbagai kelebihan yang pasti membuat laki-laki yang melihatnya menjadi jatuh hati. Jadi tidak heran kalau si gadis idaman ini lewat maka setiap lelaki yang melihatnya akan menggodanya, ada yang memanggil-manggil namanya, ada yang bersiul-siul, &#8220;suit&#8230;suit&#8230;.!!!&#8221;, kayak di Indonesia ternyata.</p>
<p>Nah, tibalah si gadis idaman ini melewati si pelajar yang berada di dekatnya, masya Allah, ternyata si pelajar ini tertunduk saja, berusaha agar tidak melihat ke arah gadis ini, berusaha menekan hawa nafsunya yang sedang bergejolak.</p>
<p>Kali pertama belum terjadi apa-apa pada si gadis dan si pelajar ini. Hingga kebeberapa kalinya si gadis lewat di depannya menimbulkan kecurigaan pada si gadis. Mungkin yang dia pikirkan, kok baru kali ini dia melewati seorang lelaki, tetapi dia tidak ditatap atau dilihat. Apakah saya kurang menarik atau kurang cakep, batin si gadis.</p>
<p>Kemudian keesokan lagi si gadis lewat, masih saja si pelajar ini tidak menengok ke arah si gadis. Maka si gadis mulai berfikir aneh lagi, &#8220;Oo..Oo.. jangan-jangan lelaki ini adalah homo&#8221; [<strong>homo </strong>= <em>suka sesama lelaki</em>]. Akhirnya si gadis memberanikan diri untuk menegur sapa si pelajar ini.</p>
<p>Subhanallah, ketika berbicara, mata si pelajar ini berusaha untuk terus menundukkan pandangan meskipun hawa nafsunya menolak, dan kelihatan keki. Si gadis jadi tambah bingung dan bertanya pada pemuda pelajar itu, kenapa dia kok kelihatan aneh sendiri ketimbang lelaki lainnya.</p>
<p>Maka pemuda pelajar ini berkata, &#8220;Sesungguhnya dalam agama kami Islam, wanita itu sangat dimuliakan. Ibarat mutiara atau berlian intan, dimana tidak setiap orang bisa melihatnya, menyentuh atau menjamahnya. Perhiasan ini harus benar-benar dilindungi dan dijaga agar tetap berkilau, indah dan berharga. Seandainya perhiasan ini disentuh oleh setiap orang, maka akan pudarlah pesona keindahannya. Oleh karena itulah dalam agama kami Islam, wanita-wanita muslimah dianjurkan dan diperintahkan untuk menutupi auratnya secara sempurna. Dan bagi para lelaki, tidak dianjurkan melihat aurat wanita lain. Oleh karena itulah saya berusaha mengamalkan nasehat agama ini. Mungkin itulah yang membuat Anda terheran-heran dengan sikap saya.&#8221;</p>
<p>Singkatnya, dari pertemuan pertama itu sudah menimbulkan kesan mendalam pada si gadis bule ini. Selama ini dia lihat, orang-orang Islam dari luarnya saja, dari berita-berita di TV, media, internet dimana selalu menjelek-jelekkan Islam. Akhirnya si gadis England ini mulai sedikit demi sedikit tertarik dengan ajaran Islam, begitu indahnya ajaran Islam, terutama dalam memperlakukan wanita, yang tadinya dia menganggap jilbab (menutup aurat) secara sempurna pada wanita itu mengekang hak asasi wanita, tidak bebas, tidak gaul, dan lain-lainnya, berubah 180 derajat menganggap bahwa hal itu adalah bentuk pemuliaan terhadap wanita.</p>
<p>Hingga sampailah dia ada keinginan kuat untuk memeluk Islam. Si gadis mendekati pemuda pelajar itu dan menyampaikan keinginannya untuk masuk Islam, namun ada syaratnya&#8230;?</p>
<p><strong>ANDA TAHU APA SYARATNYA? HARTA, JABATAN, KEDUDUKAN, KETINGGIAN ILMU, DLL? <span style="color: #0000ff;">BUKAN!</span></strong></p>
<p>Si gadis itu bersedia masuk Islam asalkan si pemuda pelajar Islam tadi bersedia menikahinya !<br />
Allahu Akbar&#8230; seolah-olah pemuda ini mirip peribahasa, sambil menyelam air.</p>
<p>Maka si pelajar ini tidak kuasa menolak rahmat Allah ta&#8217;ala, ada hamba Allah yang dikirim untuk memeluk Islam, merasakan nikmatnya Islam, apalagi si gadis ini adalah idola kampus yang dapat membuat jatuh hati semua laki-laki yang melihatnya.</p>
<p><span style="color: #ffff00;">&#8211;&gt;</span><br />
Subhanallah, dengan amalan sholih menundukkan pandangan saja sudah menjadikan si pemuda pelajar ini menjadi asbab hidayah buat orang lain. Bahkan kecantikan dan kejelitaan si gadis ini adalah hadiah dari Allah ta&#8217;ala.</p>
<p>Dengan menundukkan atau menjaga padangan, maka diri kita akan mendapatkan manisnya iman, menguatkan ingatan, menjadi khusyu&#8217; dalam beribadah, dan berbagai manfaat lain dari Allah ta&#8217;ala.</p>
<p>Mudah-mudahan Allah ta&#8217;ala memberikan kita taufik untuk senantiasa menjaga pandangan dari makhluk-makhluk dunia yang dapat menyebabkan timbulnya kesan dalam hati. Amiin.</p>
<p>-</p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Tulisan disusun ulang berdasarkan:</span></p>
<p><a href="http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/06/laki-laki-idola.html" target="_blank">http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/06/laki-laki-idola.html</a></p></blockquote>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=105&type=feed" alt="" />
	<h4>Tulisan yang berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/" title="Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV (21 February 09)">Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/" title="Saudara muslim Australia bercerita (26 February 09)">Saudara muslim Australia bercerita</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/28/sakitkah-saya/" title="Sakitkah Saya? (28 February 09)">Sakitkah Saya?</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/perjuangan-mendirikan-talim-rumah/" title="Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah (21 February 09)">Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah</a> (1)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/23/perbaiki-akar-ranting-batang-dan-buah-akan-baik/" title="Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik (23 February 09)">Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/02/24/laki-laki-idola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harga BBM naik! Iman, Ilmu dan Amal Sholih harus naik!</title>
		<link>http://galih.eu/2009/02/24/harga-bbm-naik-iman-ilmu-dan-amal-sholih-harus-naik/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/02/24/harga-bbm-naik-iman-ilmu-dan-amal-sholih-harus-naik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 16:07:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, sudah hampir 1 bulan ini nggak nge-blog Fenomena yang baru saja terjadi di Indonesia secara umum adalah kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak), meskipun selain kenaikan harga BBM ada fenomena lain yang cukup rumit. Dampak dari kenaikan harga BBM pun berimbas pada kenaikan harga barang-barang lainnya, mulai dari barang-barang sembako, ongkos angkot, dan lain-lain. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, sudah hampir 1 bulan ini nggak nge-blog</p>
<p>Fenomena yang baru saja terjadi di Indonesia secara umum adalah kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak), meskipun selain kenaikan harga BBM ada fenomena lain yang cukup rumit.</p>
<p>Dampak dari kenaikan harga BBM pun berimbas pada kenaikan harga barang-barang lainnya, mulai dari barang-barang sembako, ongkos angkot, dan lain-lain. Masyarakat mulai banyak yang mengeluh, bahkan penulis dengarkan sendiri dari seorang sopir angkot yang ngomel-ngomel tidak karuan sampai mengancam dirinya sendiri akan berhenti jadi supir angkot saja. Masya Allah.</p>
<p><span id="more-103"></span>Kehidupan dunia hanya sementara saja sedangkan kehidupan di akherat selama-lamanya. Kurang lebih rata-rata usia ummat akhir zaman ini sekitar 60-70 tahun. Teman penulis sering kali bilang, sesuah-susahnya manusia hidup di dunia pasti ada kalanya dia pernah gembira dan tertawa. Sebaliknya, sesenang-senangnya manusia hidup di dunia, ada kalanya dia pernah bersedih dan menangis. Namun kehidupan akherat semuanya serba &#8220;ekstrim&#8221; alias dahsyat. Apabila seseorang mendapatkan siksaan di akherat, maka siksa dan penderitaan yang dialaminya semakin hari semakin sengsara tidak berkurang sedikitpun. Sebaliknya, apabila seseorang di akherat mendapatkan kenikmatan (surga), maka semakin hari semakin nikmat, tidak akan kekenyangan walaupun makan sebanyak apapun, dan berbagai macam kenikmatan yang lain.</p>
<p>Apa yang diujikan pada Allah ta&#8217;ala di atas permukaan bumi ini hanyalah untuk menguji hamba-Nya, apakah <strong>bersyukur </strong>ketika mendapatkan nikmat, ataukah lupa/kufur/lalai. Dan apakah <strong>bersabar </strong>ketika mendapatkan sesuatu yang tidak menyenangkan hatinya ataukan malah menggerutu. Misalnya, sakit, bencana, kenaikan harga, dan lain-lain.</p>
<p>Semakin kita sibuk memikirkan kesusahan yang kita alami, maka hati akan semakin gelisah.<br />
Bahkan orang-orang kaya, yang menduduki jabatan penting, setiap hari makan enak, senantiasa dirundung kegelisahan, misal: apakah kedudukan saya aman? bagaimana harta saya, sudah amankah? dan lain sebagainya.</p>
<p>Sedangkan obat hati bukan lah perkara-perkaran dunia tersebut di atas. Melainkan iman dan amal sholih semata. Bagi ummat Islam yang senantiasa memperbaiki iman dan amal sholihnya, semakin yakin dengan janji-janji Allah ta&#8217;ala dan janji-janji Rasulullah saw. Semakin merindukan kehidupan surga yang kekal abadi. Tak terkesan dengan kenikmatan ataupun kesusahan di dunia. <span style="color: #0000ff;">Hal ini bukan berarti kita 100% meninggalkan keduniaan kita, tapi tidak terkesan dalam hati.</span></p>
<p>Semakin hari berfikir dan beraktivitas untuk memikirkan bagaimana kehidupan di akherat, apakah saya nanti selamat ataukah tidak? Bagimana orang tua, anak, istri/suami, dan saudara-saudara saya, selamat atau tidak?<br />
Orang-orang seperti inilah yang dengan berbagai macam aktivitas dan kesibukannya di dunia tidka melalaikannya dari mengingat Allah ta&#8217;ala, setiap tindakannya didasari contoh dari Rasulullah saw., mulai dari bangun tidur di waktu pagi sampai menjelang tidur lagi di malam hari.</p>
<p>Laa Ilaaha Illallaah Muhammadurrasuulullaah.<br />
Tidak ada yang berhak disembah selain Allah ta&#8217;ala, dan Nabi Muhammad saw. adalah utusan Allah ta&#8217;ala.</p>
<p>Mari kita tingkatkan iman dan amal sholih kita.<br />
Berdoa pada Allah, agar diri, harta, dan waktu kita semakin sibuk dikorbankan untuk membuat amalan atau bekal di akherat nanti.</p>
<p>Tidak hanya berfikir dan merenung, tetapi benar-benar berkorban fisik.<br />
Insya Allah, semakin lama kebesaran sifat-sifat Allah ta&#8217;ala dan kerinduan akan kampung akherat akan semakin tertanam dalam hati.</p>
<p>Mari mencoba! <img src='http://galih.eu/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>-</p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Tulisan disusun ulang berdasarkan:</span></p>
<p><a href="http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/06/harga-bbm-naik-iman-ilmu-dan-amal-shoil.html" target="_blank">http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/06/harga-bbm-naik-iman-ilmu-dan-amal-shoil.html</a></p></blockquote>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=103&type=feed" alt="" />
	<h4>Tulisan yang berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/" title="Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV (21 February 09)">Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/" title="Saudara muslim Australia bercerita (26 February 09)">Saudara muslim Australia bercerita</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/28/sakitkah-saya/" title="Sakitkah Saya? (28 February 09)">Sakitkah Saya?</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/perjuangan-mendirikan-talim-rumah/" title="Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah (21 February 09)">Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah</a> (1)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/23/perbaiki-akar-ranting-batang-dan-buah-akan-baik/" title="Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik (23 February 09)">Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/02/24/harga-bbm-naik-iman-ilmu-dan-amal-sholih-harus-naik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik</title>
		<link>http://galih.eu/2009/02/23/perbaiki-akar-ranting-batang-dan-buah-akan-baik/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/02/23/perbaiki-akar-ranting-batang-dan-buah-akan-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 02:19:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala mengijinkan penulis untuk ngeblog lagi. Fenomena yang terjadi di masyarakat sekarang bisa penulis ilustrasikan seperti sebuah pohon yang dipenuhi atau tersusun atas akar, ranting, batang, buah, dan bagian-bagian lainnya. Kondisi pohon sudah mulai tua, akar mulai lemah dalam menyerap sari-sari mineral dai dalam tanah. Berangsur-angsur suplai mineral, vitamin, dan sari2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala mengijinkan penulis untuk ngeblog lagi.</p>
<p>Fenomena yang terjadi di masyarakat sekarang bisa penulis ilustrasikan seperti sebuah pohon yang dipenuhi atau tersusun atas akar, ranting, batang, buah, dan bagian-bagian lainnya.<br />
Kondisi pohon sudah mulai tua, akar mulai lemah dalam menyerap sari-sari mineral dai dalam tanah. Berangsur-angsur suplai mineral, vitamin, dan sari2 lainnya mulai melemah. Batang mulai keropos, ranting-ranting lemah, dan daun-daunan yang tadinya hijau indah menjadi agak kekuningan, dan lama-lama membusuk dan jatuh ke tanah.</p>
<p><span style="font-style: italic;">Ah&#8230; itu mah akal pikir saya yang lemah ini.</span></p>
<p>Baiklah, berikutnya dengan mengetahui kondisi pohon dan bagian-bagiannya tersebut, ada 3 solusi yang bisa jadi dilakukan oleh manusia untuk memperbaikinya:</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #3333ff;"> 1. Perbaikan instan</span></p>
<p>Orang seperti ini mempunyai risau yang kuat untuk memperbaiki pohon, cuma dia tidak mau susah payah. Tidak sabar dan berharap agar pohon bisa diperbaiki dengan cepat alias instan. Maka, ketika dia melihat daun-daunan yang mulai kuning segeralah dia mengecat daun itu dengan cat warna hijau biar kelihatan segar. Ketika ranting-ranting dan batang mulai lemah, maka segera diikat dengan kuat dengan menggunakan tali rafia atau kawat.<br />
<span class="fullpost"><br />
Pohon secara sekilas kelihatan membaik, namun dalam waktu lama atau jangka panjang pohon itu akan hancur dan binasa.</span></p>
<p><span id="more-99"></span><span style="font-weight: bold; color: #3333ff;">2. Hancurkan yang rusak</span></p>
<p>orang kedua ini mirip dengan orang pertama, yaitu risau yang kuat utuk memperbaiki pohon namun kurang sabar. Sehingga orang ini bertindak secara tegas dan keras. Setiap melihat daun-daunan yang mulai kuning, langsung dipotong. Ranting-ranting dan batang yang mulai lemah dipatahkan saja, selain dapat mengganggu keindahan pohon, orang ini juga takut bahwa kerusakan yang ada dapat menyebabkan kerusakan vital pada pohon secara keseluruhan.</p>
<p>Sehingga, lama-lama tanpa ada pemeliharaan, setiap bagian pohon akan mengalami penurunan, dan dihancurkan saja semuanya. Terjadikah perbaikan? Bukan, penghancuranlah yang ada.</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #3333ff;"> 3. Perbaiki perlahan-lahan tapi konsisten</span></p>
<p>Orang ketiga ini paham akan terjadinya kemunduran pada pohon. Namun dia ingin memperbaiki pohon ini tanpa ada keinginan merusak, seperti yang disebabkan oleh tingkah laku orang pertama dan kedua. Maka orang ini mulai menyirami tanaman dengan air, memberikan pupuk, merawat dengan sabar. Meskipun masih terlihat banyak sekali kekurangan, cacat atau kerusakan yang mulai melanda pohon, namun dia berharap jangka panjang pohon ini akan membaik dan menurunkan pohon-pohon lain yang lebih baik.</p>
<p><span style="color: #ff0000;">&#8212;</span><span style="color: #0000ff;">&gt;&gt;</span></p>
<p>Kondisi ummat atau masyarakat sekarang mulai menjauh atau lemah dibandingkan dengan kondisi masyarakat terbaik pada zaman Rasulullah Shalallaahu &#8216;Alaihi Wasallam dan para sahabatnya R.Hum.</p>
<ol>
<li>Kondisi iman yang lemah, yakin kepada makhluk lebih besar ketimbang yakin kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala dan sifat-sifat Nya. Lebih yakin kepada kebahagiaan di dunia yang sementara ini ketimbang keinginan untuk bahagia di akherat (surga) nanti. Lebih yakin terhadap benda-benda dunia (harta, kedudukan, gelar, dll) dalam menyelesaikan masalah sehari-hari ketimbang menyelesaikan masalah melalui &#8216;amal sholih yang diperintahkan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala seperti yang dicontohkan Rasulullah Shalallaahu &#8216;Alaihi Wasallam.<br />
Bahkan amaliah (aktivitas) sehari-hari lebih banyak meniru orang-orang bukan Islam daripada meniru baginda Rasulullah Shalallaahu &#8216;Alaihi Wasallam.</li>
<li>&#8216;Amal sholih yang paling utama, yaitu sholat, mulai ditinggalkan (dilalaikan).</li>
<li>Keengganan atau malas menuntut &#8216;ilmu agama, sehingga aktivitas sehari-hari lebih banyak dituntun oleh ilmu-ilmu dunia semata. Dan ada pula orang yang mempunyai ilmu tinggi, justru semakin sombong, akhlak buruk, merasa yang paling benar, ilmunya digunakan untuk menipu rakyat, dan lain sebagainya. Disebabkan lemahnya dzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala.</li>
<li>Akhlak yang kurang terpuji mulai bermunculan. Dalam bergaul sudah tidak lagi ada adab sopan santun, baik itu ke ulama, orang yang lebih tua atau lebih muda. Malu mengucapkan salam sesama ummat Islam. Muka yang jarang tersenyum. Padahal senyumnya ummat Islam di depan ummat Islam yang lain akan Allah ta&#8217;ala anggap sebagai sedekah. Subhanallaah.</li>
<li>Ketika beramal, dikotori dengan niat-niat jelek selain mengharap ridho dari Allah ta&#8217;ala. Ketika dalam beramal sholih ada manusia yang lihat atau dukungan, maka bersemangat. Sedangkan sebaliknya, malas-malasan.</li>
<li>Ummat Islam kurang sungguh-sungguh dan berkorban dalam memperbaiki iman dan amal sholihnya. Sedangkan untuk menuntut ilmu dunia, bekerja mencari nafkah, begitu susah payahnya, sampai meninggalkan anak, istri/suami, korban harta, korban diri, untuk sesuatu yang akan ditinggalkan ketika mati. Sedangkan untuk yang kekal, iman dan amal sholih&#8230; Allahu Akbar, sangat kurang sekali. Termasuk penulis sendiri, namun penulis niat sungguh-sungguh insya Allah.</li>
</ol>
<p>Dengan kondisi semacam ini, sebagaimana penulis sebutkan mirip <span style="font-weight: bold; color: #009900;">orang pertama</span>, yaitu ingin melihat kondisi ummat Islam dan sistem yang berjalan segera baik, sesuai dengan tuntunan syariah, namun tidak mau berkorban. Ketika usaha perbaikan ada sokongan atau dukungan, baik itu dana, tenaga, dll, maka sangat semangat sekali. Namun, ketika tidak ada sokongan, malas untuk mengorbankan harta, diri, dan waktunya sendiri. Maka orang-orang seperti ini bercita-cita tinggi, melakukan perbaikan di segala bidang, tapi lupa memperbaiki iman ummat Islam sebagai pondasi utama. Dampaknya, hanya angan-angan saja yang ada, implementasi susah sekali.</p>
<p>Untuk tipe <span style="font-weight: bold; color: #009900;">orang kedua</span>, ketika melihat adakejahilan dan kerusakan di tengah masyarakat, maka dia langsung seolah-olah ingin menghilangkan orang tersebut dari muka bumi, biar Islam tidak tercemar. Ketika melihat ada orang Islam sedang bermaksiat, maka inginnya langsung &#8220;<span style="font-style: italic;">membasmi</span>&#8221; dia saja. Padahal orang yang bermaksiat tersebut belum sekalipun diajak kepada kebaikan, belum sekalipun ditawarkan apa keutamaan amal sholih, orang bertaubat&#8230;</p>
<p>Bahkan Allah ta&#8217;ala dalam Al-Qur&#8217;an Nya yang mulia dan hadits-hadits Nabi, lebih mengutamakan berita-berita gembira kepada ummat daripada ancaman-ancaman. Tanpa perlu menghilangkan ancaman-ancaman tersebut.</p>
<p>Coba saja, anak kecil yang baru belajar sekolah, ketika dia sedang malas belajar, Anda tawari dengan keuntungan dan keutamaan apabila dia rajin belajar, tentu anak kecil tersebut akan semangat lagi dalam belajar. Tapi coba, kalau anak kecil tersebut langsung Anda ancam, bahkan Anda pukul, tanpa adanya kabar gembira dulu, anak kecil ini akan lebih malas belajar, jangka panjangnya akan lebih buruk lagi.</p>
<p>Nah, <span style="font-weight: bold; color: #009900;">orang ketiga</span> ini, mari kita sama-sama berkeinginan memperbaiki iman dan amal sholih kita, dan timbulkan kerisauan untuk mengajak ummat ikut sama memperbaiki iman dan amal sholihnya. Secara bertahap dan perlahan, namun istiqomah / konsisten, insya Allah, Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala akan tunjukkan hasilnya pada kita. Kalaulah tidak nampak di dunia, yakinlah Allah ta&#8217;ala akan tampakkan di akherat kelak.</p>
<p>So, ayo belajar sama-sama nambah risau dan korban untuk memperbaiki iman dan amal sholih kita. Tambah korban harta, waktu, dan diri untuk mengusahakan bekal di akherat, jangan melulu untuk bekal dunia saja.</p>
<p> <img src='http://galih.eu/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Piss.</p>
<p>-</p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Tulisan disusun ulang berdasarkan:</span></p>
<p><a href="http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/04/perbaiki-akar-ranting-batang-dan-buah.html" target="_blank">http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/04/perbaiki-akar-ranting-batang-dan-buah.html</a></p></blockquote>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=99&type=feed" alt="" />
	<h4>Tulisan yang berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/" title="Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV (21 February 09)">Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/" title="Saudara muslim Australia bercerita (26 February 09)">Saudara muslim Australia bercerita</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/28/sakitkah-saya/" title="Sakitkah Saya? (28 February 09)">Sakitkah Saya?</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/perjuangan-mendirikan-talim-rumah/" title="Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah (21 February 09)">Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah</a> (1)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/03/07/mari-mempromosikan-allah-swt-dan-rasul-nya/" title="Mari mem-&#8221;Promosikan&#8221; Allah swt. dan Rasul-Nya (7 March 09)">Mari mem-&#8221;Promosikan&#8221; Allah swt. dan Rasul-Nya</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/02/23/perbaiki-akar-ranting-batang-dan-buah-akan-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>EBook Ayat-Ayat Cinta</title>
		<link>http://galih.eu/2009/02/23/ebook-ayat-ayat-cinta/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/02/23/ebook-ayat-ayat-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 02:15:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ayat-ayat cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya buku (paper print version) mengenai novel ini sudah lama, kalau tidak salah 4-5 tahun ke belakang. Sedangkan filmnya baru dibuat sekarang2 ini. Untuk filmnya memang saya belum melihatnya, namun ebook-nya saya baru membaca sekilas. Sebenarnya tidak ada sedikitpun rasa ingin membacanya, namun setelah muncul filmnya, saya jadi penasaran dengan cerita aslinya. Alhamdulillah di suatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya buku (<span style="font-style: italic;">paper print version</span>) mengenai novel ini sudah lama, kalau tidak salah 4-5 tahun ke belakang. Sedangkan filmnya baru dibuat sekarang2 ini.</p>
<p>Untuk filmnya memang saya belum melihatnya, namun ebook-nya saya baru membaca sekilas.<br />
Sebenarnya tidak ada sedikitpun rasa ingin membacanya, namun setelah muncul filmnya, saya jadi penasaran dengan cerita aslinya.</p>
<p>Alhamdulillah di suatu situs ebook ini sudah di-upload, so tinggal download saja.<br />
Saya sedikit membaca mengenai ebook ini baru 2 bab pertama saja.</p>
<p><span id="more-96"></span>Beberapa cerita yang terkesan adalah: <span class="fullpost"></p>
<ol>
<li><span style="font-weight: bold; color: #009900;">Kisah ketahanan si Fahri saat taklim dengan syeikh Utsman, meskipun cuaca di Mesir sangat ekstrim.</span> Hal inilah salah satu yang menyebabkan derajat manusia itu melebihi derajat malaikat di sisi Allah SWT. Dengan hawa nafsu yang senantiasa menyelimuti, namun bisa dikalahkan untuk beramal sholih. Mudah2an dalam keadaan nyatanya pun kita bisa seperti itu. Amiin.</li>
<li><span style="font-weight: bold; color: #009900;">Dakwah Fahri di atas kendaraan umum (sejenis kereta)</span>. Hal ini sangat jarang sekali dilakukan oleh ummat Islam. Di setiap tempat, keadaan, dan waktu membicarakan perkara agama Islam. Baik itu kebesaran Allah SWT, kehidupan akherat, sifat mulia Rasulullah SAW dan para sahabat, dan lain-lain. Apalagi dengan sikap Fahri yang sabar thd sikap teguh orang2 Mesir. Mungkin tidak kita bisa sabar seperti itu dalam keadaan kita sekarang ini?</li>
<li><span style="font-weight: bold; color: #009900;">Maria, seorang warga Mesir beragama Kristen Koptik selama hidupnya, matinya dalam keadaan beriman dan Islam</span>. Kisah ini terdapat pada bab2 terakhir novel ini. Kisah terakhir inilah yang paling berkesan buat saya. Selama hidupnya, Maria ini tidak ada sedikitpun rasa buruk sangka atau benci terhadap ajaran Islam dan pemeluknya. Subhanallah, bahkan dia hafal bbrp surat2 dalam Al-Qur&#8217;an, dimana ummat Islam sendiripun masih banyak yang belum menghafalnya. Hal ini juga pernah terjadi pada zaman Rasulullah SAW. Si Maria ketika dalam keadaan koma sempat bermimpi mengenai surga, bagaimana ketia dia mau masuk ke salah satu pintu2 amal, dia tidak bisa memasukinya. Ketika mau memasuki pintu sholat, dia belum pernah sholat. Begitu juga pintu2 amal yang lain, seperti pintu puasa, zakat, dsb. Sehingga ketika bertemu Siti Maryam radhiallaahu &#8216;anha, dan mendapat nasehat supaya menjadikan Islam sebagai pegangannya. Sehingga sebelum kematian menjemputnya, si Maria ini ingin segera berwudhu dan bersyahadat, menyempurnakan imannya. Satu lagi yang berkesan adalah bahwa si Maria acap kali mencium harumnya surga. Begitu juga para sahabat dan orang2 sholih terdahulu pun pernah dan seringkali mengalaminya. Akhirnya si Maria wafat dalam keadaan Iman dan Islam.</li>
</ol>
<p>Ya Allah ya Arhamarraahimiin&#8230;. Bagaimana dengan nasib saya, nasib ummat sekarang?<br />
Akankah kami nantipun mati dalam keadaan Iman dan Islam yang sempurna?</p>
<p>Berapa banyak di antara manusia, yang semasa hidupnya beramal sholih, tapi di akhir kehidupannya dalam keadaan tidak beriman. Naudzubillahi min dzaalik.</p>
<p>Pada hari kamis kemarin 28 &#8211; 2 &#8211; 2008, ketika saya mengikuti pengajian, ada kabar duka, bahwa salah satu hamba Allah dan da&#8217;i &#8211; Nya insya Allah, telah berpulang ke rahmatullah. Yaitu saudara kita bapak <span style="font-weight: bold;">Gito Rollies</span> alias <span style="font-weight: bold;">Bangun Sugito</span>. Seketika itu juga di Masjid dipimpin Ustadz Nanang Maulana Ishaq, memimpin do&#8217;a&#8230; Subhanallah, do&#8217;a yang begitu menyentuh hati, hampir semua hadirin menangis&#8230; da&#8217;i Allah SWT telah dipanggil ke hadirat-Nya&#8230; Semuanya menangis, akankan saya nanti akan wafat dalam keadaan beriman, beramal sholih, atau sebaliknya?</p>
<p>Mari kita terus berusaha memperbaiki iman dan amal sholih kita, luangkanlah waktu kita untuk agama kita di sela-sela kesibukan dunia kita.</p>
<p><span style="color: #000099;">Mudah2an Allah SWT mematikan kita nanti dalam keadaan iman dan amal sempurna sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Amiin.</span><br />
</span><span class="fullpost"><br />
<span style="text-decoration: underline;"><strong>DOWNLOAD EBOOKS</strong></span></p>
<pre style="margin-top: 0pt; display: inline;">Ukurannya: 800 kb
Tipe file: PDF
<span style="text-decoration: underline;">Link:</span> 

http://www.ziddu.com/download/3498740/novel_ayat_ayat_cinta-by-if.web.id.rar.html

http://www.uploadjockey.com/download/1823166/novel_ayat_ayat_cinta-by-if.web.id.rar

http://rapidshare.com/files/197216128/novel_ayat_ayat_cinta-by-if.web.id.rar

Sumber: <a href="http://if.web.id/ebooks-lain/novel-ayatayat-cinta-t187.0.html" target="_blank">http://if.web.id/ebooks-lain/novel-ayatayat-cinta-t187.0.html</a>

-</pre>
<p></span></p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Tulisan disusun ulang berdasarkan:</span></p>
<p><a href="http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/03/ebook-ayat-ayat-cinta.html" target="_blank">http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/03/ebook-ayat-ayat-cinta.html</a></p></blockquote>
<p><span class="fullpost"></p>
<pre style="margin-top: 0pt; display: inline;"></pre>
<p></span></p>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=96&type=feed" alt="" />
	<h4>Tulisan yang berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/" title="Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV (21 February 09)">Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/" title="Saudara muslim Australia bercerita (26 February 09)">Saudara muslim Australia bercerita</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/28/sakitkah-saya/" title="Sakitkah Saya? (28 February 09)">Sakitkah Saya?</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/perjuangan-mendirikan-talim-rumah/" title="Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah (21 February 09)">Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah</a> (1)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/23/perbaiki-akar-ranting-batang-dan-buah-akan-baik/" title="Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik (23 February 09)">Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/02/23/ebook-ayat-ayat-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV</title>
		<link>http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 01:57:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini penulis paparkan kisah lain yang juga berkenaan dengan dampak positif taklim rumah. Sebuah keluarga, terdiri atas seorang suami, istri dan bbrp orang anaknya, menjalani hidup sebagaimana orang biasanya. Si suami sibuk bekerja untuk mencari nafkah, istri sebagai ibu rumah tangga, anak2nya pada sibuk sekolah. Sehingga akhirnya si bapak ini mendapat hidayah dari Allah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini penulis paparkan kisah lain yang juga berkenaan dengan dampak positif taklim rumah.</p>
<p>Sebuah keluarga, terdiri atas seorang suami, istri dan bbrp orang anaknya, menjalani hidup sebagaimana orang biasanya.<br />
Si suami sibuk bekerja untuk mencari nafkah, istri sebagai ibu rumah tangga, anak2nya pada sibuk sekolah.</p>
<p>Sehingga akhirnya si bapak ini mendapat hidayah dari Allah SWT yang kemudian berlanjut ke istrinya untuk dapat menghidupkan amalan taklim rumah. Pada masa2 awal taklim, anak2 dalam keluarga ini merasa tidak betah, karena mungkin kebiasaan sehari-harinya kalau di rumah adalah bermain atau nonton TV. <span class="fullpost"></p>
<p>Kalau kita ingat bagaimana isi atau tayangan dalam2 televisi sudah begitu bebasnya, anak2 kecil banyak yang juga menonton tayangan2 yang tidak seharusnya ditonton. Tapi kita maklumi, tidak bisa menghilangkan suatu kebiasaan buruk secara 100% dalam jangka waktu singkat, perlu tahapan2 dan proses.</span></p>
<p><span class="fullpost"><span id="more-88"></span>Kedua orangtua ini tidak berputus asa, sambil berharap banyak pada Allah SWT agar anak2nya dijadikan anak2 yang sholih sholihah, kegiatan taklim tetap dibuat, bahkan setiap hari dengan waktu yang konsisten atau istiqomah, ketika semua keluarga sedang kumpul dan pada waktu luang atau santai, begitu juga si anak.</p>
<p>Semakin hari semakin banyak taklim, maka semakin banyak masuk ke diri keluarga ini mengenai berita2 akherat, bagaimana keadaan surga dan neraka, amal2 apa saja yang menyebabkan orang masuk ke dalamnya, keutamaan2 beramal, kisah2 Nabi dan sahabat terdahulu, dan informasi2 lain yang berkaitan dengan agama.</p>
<p><span style="color: #006600;">Kalau penulis ibaratkan, sebuah ruangan dengan 2 pintu. Dalam ruangan di isi dengan barang A. Kemudian pada saat itu juga dari sisi pintu lain di masukkan barang secara terus menerus tanpa henti, maka logikanya barang semula A akan semakin lama semakin terdorong keluar dari pintu sebelahnya.</p>
<p></span><span style="color: #009900;">Contoh lain, kalau kita punya ember dengan air dan kotoran2 di dalamnya, maka semakin banyak dan terus menerus kita tuangkan air ke dalam ember, maka kotoran akan semakin menaik, kemudian keluar dari ember.</span></p>
<p>Begitulah kisah dalam keluarga tersebut di atas, semakin banyak mendengarkan berita2 agama, maka secara otomatis keyakinan2 atau kebesaran2 benda2 dunia akan semakin keluar dari hati.</p>
<p>Nah, itulah yang terjadi pada diri si anak, lambat laun dengan adanya taklim tersebut, semakin wujud daripada pentingnya agama.<br />
Sehingga suatu saat, si anak ini mulai berkurang aktivitas nonton TV-nya, sampai tidak suka lagi menyia-nyiakan waktunya di depan TV.<br />
Orangtua anak tersebut bersyukur dengan keadaan itu, sehingga akhirnya si bapak berkata, &#8220;<span style="color: #000099;">Nak, sekarang kita kan jarang nonton TV, bagaimana kalau kita jual TV ini saja, selain nonton TV banyak waktu terbuang sia2, bisa lebih hemat listrik?</span>&#8220;.</p>
<p>Maka anak tersebut menjawab, &#8220;<span style="color: #000099;">Bapak dan ibu, kalau dijual ke orang lain, saya khawatir kita malah menjerumuskan orang lain tersebut ke dalam kesia-siaan TV ini, padahal kita kan sudah berhenti, nanti orang tersebut yang banyak lalainya</span>&#8220;. &#8220;<span style="color: #000099;">Mendingan disimpan aja pak sampai lusuh (rusak) tanpa harus ditonton.</span>&#8221;</p>
<p>Subhanallah, orangtua si anak ini bersyukur pada Allah SWT dan bangga tdh anaknya yang baru berusia kurang lebih 10 tahunan ini.<br />
Masih kecil sudah ada risau terhadap orang lain.</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #ff0000;">&#8212;-</span></p>
<p>Pembaca budiman, melalui kisah ini bukan berarti ada sifat larangan menonton atau memiliki TV. Namun alangkah lebih baik jika porsi waktu buat TV dikurangi dan porsi waktu buat amal agama ditambah.<br />
Inilah dampak taklim rumah yang cukup dahsyat, tanpa ada paksaan apapun, ALlah SWT sendiri yang merubahnya.<br />
Insya Allah kita siap amal dan sampaikan.</span></p>
<p><span class="fullpost">-</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Tulisan disusun ulang berdasarkan:</span></p>
<p><a href="http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/02/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka.html" target="_blank">http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/02/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka.html</a></p></blockquote>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=88&type=feed" alt="" />
	<h4>Tulisan yang berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/" title="Saudara muslim Australia bercerita (26 February 09)">Saudara muslim Australia bercerita</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/23/ebook-ayat-ayat-cinta/" title="EBook Ayat-Ayat Cinta (23 February 09)">EBook Ayat-Ayat Cinta</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/28/sakitkah-saya/" title="Sakitkah Saya? (28 February 09)">Sakitkah Saya?</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/perjuangan-mendirikan-talim-rumah/" title="Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah (21 February 09)">Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah</a> (1)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/23/perbaiki-akar-ranting-batang-dan-buah-akan-baik/" title="Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik (23 February 09)">Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah</title>
		<link>http://galih.eu/2009/02/21/perjuangan-mendirikan-talim-rumah/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/02/21/perjuangan-mendirikan-talim-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 01:19:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[&#8216;Alim ulama kita menerangkan bahwa setiap amal yang kita lakukan sebaiknya berpedoman pada amal yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Paling tidak kita belajar meniru orang-orang sholih zaman dahulu. Amal akan sempurna ketika berlandaskan ilmu. Sedangkan ilmu akan sempurna ketika berlandaskan iman yang sempurna pada Allah SWT. Sehingga semakin tinggi iman seseorang, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8216;Alim ulama kita menerangkan bahwa setiap amal yang kita lakukan sebaiknya berpedoman pada amal yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Paling tidak kita belajar meniru orang-orang sholih zaman dahulu.</p>
<p>Amal akan sempurna ketika berlandaskan ilmu. Sedangkan ilmu akan sempurna ketika berlandaskan iman yang sempurna pada Allah SWT.<br />
Sehingga semakin tinggi iman seseorang, maka akan semakin ada rasa tholab atau ingin terus belajar terhadap ilmu.<br />
Semakin risau dengan amal-amalnya, baik yang sudah atau sedang dilakukan maupun yang belum diketahui.<br />
Semakin wujud sifat harap dan takut terhadap Allah SWT, tentunya juga akan dampak pada semakin tingginya akhlak orang tersebut pada setiap orang.</p>
<p>Alkisah ada seorang muslim <span class="fullpost">yang selama hidupnya belum pernah menjalankan amalan2 agama Islam secara sempurna.<br />
Setelah dewasa dan berkeluarga disertai dengan anak2nya yang lucu, Allah SWT telah memberikannya hidayah untuk mengenal dan mengamalkan Islam secara lebih sempurna.</span><span class="fullpost"><br />
<span id="more-84"></span>Maka orang tersebut sangat semangat sekali untuk mengetahui lebih lanjut ttg perintah2 dan larangan2 dari Allah SWT.<br />
Itulah memang bukti dari ketinggian iman, maka akan semakin haus dengan ilmu.<br />
Semakin kurang iman, maka semakin malas menuntut ilmu, semakin tidak sempurna amal-amalnya.</span></p>
<p>Si pria muslim inipun akhirnya menambah porsi waktunya buat belajar agama. Disebabkan seringnya mendengar perkataan2 atau berita2 akherat, maka si pria inipun akhirnya bertambah risau dengan apa yang saat ini terjaid di keluarganya.<br />
Anak dan istrinya belum begitu mengamalkan agama Islam secara sempurna, dia berfikir, <span style="color: #3333ff;">&#8220;Apa yang harus saya pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT nanti!&#8221;</span>.</p>
<p>Maka selain dia belajar ilmu massa&#8217;il atau fikih, yaitu bab tata cara beribadah, dengan mendatangi majelis2 atau pengajian2 yang dipimpin seorang ulama, dia juga ingin mengadakan taklim di rumahnya yang lebih berkenaan dengan bab keutamaan2 beramal. Taklim di sini adalah saling belajar terhadap ilmu agama. Salah satu orang membaca kitab agama yang ditulis ulama dan yang lain mendenagrkan.</p>
<p>Si pria ini dengan semangat tinggi ingin menerapkan anjuran ulama agar di rumahnya dihidupkan amalan taklim bersama keluarganya.<br />
Memang kehendak Allah SWT, ketika dia berusaha merayu istri dan anak2nya untuk buat taklim, dia malah diacuhkan.<br />
Saat itu kondisi istri dan anak2nya memang masih lebih banyak porsi waktunya untuk kegiatan selain agama, jadi maklum kalau karena belum tahu terhadap pentingnya taklim ini, mereka masih ada rasa menolak.</p>
<p>Subhanallah, pria ini tidak putus asa, meski keluarganya belum siap. Hari demi hari dia membaca kitab atau buku agama ini sendirian di ruang tamu. Ekstrimnya, istrinya malah membawa TV (televisi) yang ada di ruang tamu, masuk ke dalam kamar. Mungkin supaya tidak terganggu oleh taklim yang dilakukan suaminya.<br />
Suara TV disetel keras2 sampai si suami ini merasa agak terganggu, tapi dia tetap teguh.</p>
<p>Waktu demi waktu semakin berjalan, atas kehendak Allah SWT, si istri waktu itu ada keperluan ke dapur. Si istri ini terpaksa harus melewati ruang tamu tempat suaminya sedang taklim yang dibaca agak keras. Otomatis istrinya mendengarkan apa yang dibaca oleh sang suami. Meski sambil lalu, kejadian ini acap kali berulang.</p>
<p>Lama kelamaan keutamaan2 beramal yang dibaca suaminya ada yang teringat satu buah. Karena rasa tertariknya, hari demi hari si istri dengan sengaja pergi ke dapur pada saat suaminya taklim. Yang tadinya memang ada benar2 keperluan di dapur, sekarang meski tidak ada keperluan, dia tetap berusaha bagaimana supaya dia menuju ke dapur dan melewati suaminya yang sedang taklim.<br />
Bahkan si istri sering sengaja membuatkan minuman buat suaminya, sambil2 mendengarkan apa yang sedang dibaca suaminya, meskipun tidak ikut duduk dalam majelis.</p>
<p>Subhanallah, suatu saat ketika waktu si suami taklim tiba, dan si istri sedan lewat, ada sebuah hadits atau keterangan dalam kitab yang mana si suami ini salah baca, secara spontan si istri langsung menyeletuk atau memotong pembicaraan dengan suara keras, <span style="color: #3333ff;">&#8220;Pak, yang bapak baca itu salah, yang benar seperti ini &#8230; (dst)! &#8220;</span>.</p>
<p>Allahu Akbar, si istri lama2 hafal juga dengan apa yang pernah dibaca suami. Nah sejak saat itulah akhirnya si suami mulai mengajak istri supaya duduk sama2 untuk mendirikan taklim di rumahnya. Dan dari si istri mengajak anak2nya.</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #ff0000;">&#8212;</span></p>
<p>Alhamdulillah, para pembaca sekalian, ketika saya mendengar kisah ini pun saya sangat terharu, betapa usaha agama ini memerlukan perjuangan dan kegigihan. Tak lupa terus berprasangkan baik pada Allah SWT dan berharap agar diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk mengamalkan agama Islam ini dengan sempurna. Amiin.</p>
<p><span class="fullpost">-</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Tulisan disusun ulang berdasarkan:</span></p>
<p><a href="http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/02/perjuangan-mendirikan-talim-rumah.html" target="_blank">http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/02/perjuangan-mendirikan-talim-rumah.html</a></p></blockquote>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=84&type=feed" alt="" />
	<h4>Tulisan yang berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/" title="Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV (21 February 09)">Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/" title="Saudara muslim Australia bercerita (26 February 09)">Saudara muslim Australia bercerita</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/28/sakitkah-saya/" title="Sakitkah Saya? (28 February 09)">Sakitkah Saya?</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/23/perbaiki-akar-ranting-batang-dan-buah-akan-baik/" title="Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik (23 February 09)">Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/03/07/mari-mempromosikan-allah-swt-dan-rasul-nya/" title="Mari mem-&#8221;Promosikan&#8221; Allah swt. dan Rasul-Nya (7 March 09)">Mari mem-&#8221;Promosikan&#8221; Allah swt. dan Rasul-Nya</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/02/21/perjuangan-mendirikan-talim-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
