21 Jun 2010 @ 14:41 

Alhamdulillahi nahmaduhuu wa nushollii wa nusallimu ‘alaa rasulihil kariim. Amma ba’du.

Allah SWT. yang Maha Baik, yang senantiasa mencurahkan ramat-Nya setiap saat, dan mudah2an shalawat serta salam senantiasa Allah ta’ala curahkan pada manusia sempurna penghulu 2 alam Rasulullaah Muhammad SAW., kepada  keluarganya beserta keturunannya, kepada para shahabat-shahabatnya, dan ummatnya yang istiqomah mengikuti sunnah-sunnahnya hingga hari kiamat. Amiin.

Atas karunia Allah ta’ala, penulis dapat menyampaikan tulisan ini yang kalau dihitung-hitung dari tulisan terakhir cukup lama, yaitu sekitar 4 bulan, sejak awal Februari 2010.

Tiba-tiba saja penulis dapat ilham mengenai sebuah tradisional Indonesia yang insya Allah telah kita dengar sejak kita kecil atau awal masuk sekolah, yaitu Guru , murid “.

Seingat penulis dulu ketika masih kecil sambil membaca beberapa tulisan-tulisan di internet, salah satunya adalah di WikiQuote, mengartikan sebagai berikut.

  1. Murid biasanya bulat-bulat mencontoh gurunya, maka guru sebaiknya jangan memberikan contoh yang buruk.
  2. Menjadi tokoh panutan di masyarakat/pejabat negeri hendaknya jangan sampai memberi contoh yang buruk

Insya Allah rata-rata para orang tua, guru, dan pendahulu kita hendak memberikan nasehat yang baik bahwa kita harus bisa menjadi panutan yang baik terhadap manusia lainnya.

Ada beberapa hal yang saya penasaran mengenai pepatah tersebut, di antaranya adalah:

Kenapa menggunakan kata predikat (atau kata kerja) kencing (atau buang air kecil)

Kencing berdiri disematkan pada guru, kencing berlari pada murid

Adakah yang salah dengan kencing berdiri buat guru, atau umumnya pada seorang manusia?

Kalau kencing berlari disematkan pada manusia memang sesuatu yang tidak wajar di tengah2 budaya masyarakat kita, khususnya di Indonesia, atau mungkin negara lain.

Jika dipandang dari sisi agama (Islam), meskipun ada beberapa perbedaan pendapat mengenai “kencing berdiri” ini, saya lebih cenderung untuk melazimkan diri dengan kencing sambil duduk/jongkok dalam keadaan normal.

Kencing sambil duduk/jongkok insya Allah adalah kebiasaan Nabi SAW., yang sangat baik kita ikuti (laki-laki maupun perempuan).

Kembali lagi ke topik mengenai “kencing berdiri”, saya menduga para orang tua atau pendahulu kita terdahulu-pun tidak menganjurkan “kencing berdiri”, apalagi sejak tanah Jawa ini didatangi oleh para da’i-da’i Allah (sering disebut walisongo), yang mengajarkan Islam, berikut adab-adab aktifitas sehari-hari.

Namun, karena adab-adab aktifitas sunnah sehari-hari jarang sekali disampaikan dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat secara luas, sehingga aktifitas “kencing berdiri” ini menjadi sesuatu yang lumrah atau lazim. Allahu a’lam.

Oleh karena itu mari kita pelajari lagi kehidupan atau sunnah-sunnah Rasulullaah SAW., dan kita jadikan kebiasaan kita sehari-hari, apalagi kita yang senantiasan mengaku-aku sebagai ummat Beliau SAW.

Perlu disampaikan juga dalam keluarga kita, dan saat kondisi memungkinkan, kita sampaikan juga pada lingkungan masyarakat kita.

Banyak dari kencing sambil duduk/jongkok ini, di antaranya:

  • Ikut sunnah Nabi SAW., mudah2an Allah dan Rasul-Nya menyayangi kita.
  • Mengurangi kemungkinan terkena najis, baik pada tubuh maupun pada pakaian.
  • Sehat insya Allah.

.
Kata kuncinya adalah di balik setiap amalan sunnah Nabi SAW. pasti ada kejayaan, yakinlah.

Benarnya datang dari Allah, kesalahan dari diri pribadi. Mohon maaf.

Laa hauwlaa wa laa quwwaata illa billaah.

Posted By: Galih Hermawan
Last Edit: 21 Jun 2010 @ 14:56

EmailPermalink
Tags


 

Responses to this post » (3 Total)

 
  1. nama keren says:

    Kalo bisa memang jangan meniru guru bulat2.. masing masing harus dapat memfilter.. guru juga manusia, jadi pasti ada kekurangan atau kesalahan .. pissss

  2. Putu Yoga says:

    omongan guru jangan ditelen bulat2, kalau kotak2 is oke, wkwk

  3. nurmeina fitri says:

    pada dasarnya memang murid selalu mencontoh apapun yang dilihatnya. jadi guru harus memberikan contoh yang baik untuk ditiru
    kurang lebihnya bgtuh

    saya setuju hal itu

Post a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


 Last 50 Posts
 Back
Change Theme...
  • Users » 1
  • Posts/Pages » 46
  • Comments » 311
Change Theme...
  • VoidVoid
  • LifeLife
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater « Default
  • FireFire
  • LightLight

Ijtima’ Indonesia 2009



    No Child Pages.

Keamanan Informasi Lanjut



    No Child Pages.

About



    No Child Pages.