Alhamdulillahi nahmaduhuu wa nushollii wa nusallimu ‘alaa rasulihil kariim. Amma ba’du.
Allah SWT. yang Maha Baik, yang senantiasa mencurahkan ramat-Nya setiap saat, dan mudah2an shalawat serta salam senantiasa Allah ta’ala curahkan pada manusia sempurna penghulu 2 alam Rasulullaah Muhammad SAW., kepada keluarganya beserta keturunannya, kepada para shahabat-shahabatnya, dan ummatnya yang istiqomah mengikuti sunnah-sunnahnya hingga hari kiamat. Amiin.
Atas karunia Allah ta’ala, penulis dapat menyampaikan tulisan ini yang kalau dihitung-hitung dari tulisan terakhir cukup lama, yaitu sekitar 4 bulan, sejak awal Februari 2010.
Tiba-tiba saja penulis dapat ilham mengenai sebuah pepatah tradisional Indonesia yang insya Allah telah kita dengar sejak kita kecil atau awal masuk sekolah, yaitu pepatah “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari“.
Seingat penulis dulu ketika masih kecil sambil membaca beberapa tulisan-tulisan di internet, salah satunya adalah di WikiQuote, mengartikan sebagai berikut.
- Murid biasanya bulat-bulat mencontoh gurunya, maka guru sebaiknya jangan memberikan contoh yang buruk.
- Menjadi tokoh panutan di masyarakat/pejabat negeri hendaknya jangan sampai memberi contoh yang buruk
Insya Allah rata-rata para orang tua, guru, dan pendahulu kita hendak memberikan nasehat yang baik bahwa kita harus bisa menjadi panutan yang baik terhadap manusia lainnya.
Ada beberapa hal yang saya penasaran mengenai pepatah tersebut, di antaranya adalah:
Kenapa menggunakan kata predikat (atau kata kerja) kencing (atau buang air kecil)
Kencing berdiri disematkan pada guru, kencing berlari pada murid
Adakah yang salah dengan kencing berdiri buat guru, atau umumnya pada seorang manusia?
Popularity: 3% [?]

Categories
Tag Cloud
Blog RSS
Comments RSS
Last 50 Posts
Back
Void
Life
Earth
Wind
Water « Default
Fire
Light 