16 May 2009 @ 11:34 

Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin.

Segala pujian hanya milik Allah ta’ala. Semoga Allah ta’ala senantiasa mencurahkan sholawat serta salam kepada baginda Rasulullah Muhammad saw. dan seluruh ummatnya di seluruh alam. Amiin.

Hari demi hari ketemu mahasiswa/i, baik itu di kelas ketika waktu belajar, di jalan raya, di warung, dan berbagai tempat.

Bandung memang salah satu kota di Indonesia. Selain di dalamnya terdapat Universitas Negeri yang cukup populer, juga banyak berdiri kampus-kampus swasta yang bertebaran di mana-mana.

Sekilas penulis akan bercerita bahwa pada tahun 2000 ketika pertama kali datang ke Bandung untuk di UNIKOM, beberapa teman-teman mahasiswa yang sama-sama di jurusan Teknik Informatika sudah mulai membeli sebuah komputer (PC atau desktop). Saat itu jarang sekali yang menggunakan laptop (notebook) seperti saat ini (2009).

Banyak juga mahasiswa yang tidak punya komputer (termasuk penulis 🙂 ), sehingga penulis dan teman-teman lebih sering memanfaatkan komputer dengan cara sewa di rental komputer. Dimana harus disisihkan sebagian dari uang makan.

Kondisi umum mahasiswa saat ini, terutama di jurusan IF Unikom, banyak mahasiswa yang datang ke kampus sambil membawa laptopnya, sambil memanfaatkan hotspot gratis.

Dalam kenyataan yang penulis hadapi dulu, justru teman-teman mahasiswa yang belum memiliki komputer malah lebih kelihatan sungguh-sungguh dikarenakan takut ketinggalan sama yang punya komputer.

Sedangkan yang sudah punya komputer ada sebagian yang malah bukan buat sarana belajar, tapi buat main game, dan perkara-perkara lalai yang bukan sebagai kegiatan utama belajar.

Kondisi saat ini berbeda jauh dengan kondisi penulis ketika masih kuliah. Laptop (portable komputer) sudah tersebar dimana-mana, teknologi semakin canggih. Dampak postifinya, semakin mempermudah kita dalam mengakses informasi atau berbagi informasi dengan orang lain.

Namun, ternyata dampak negatifnya lebih dahsyat! Kemudahan mengakses informasi dimanfaatkan untuk mengakses sumber daya yang melalaikan dari tujuan utama belajar, seperti: games, movies, porn things, etc.

Secara tidak sadar “hiburan” tersebut di atas melalaikan kita dari pembelajaran yang sesungguhnya. Zaman penulis kuliah, hiburan buat kami mahasiswa hanya sebagai sarana pelampiasan kepenatan semasa kuliah untuk sementara saja. Namun saat ini seolah-olah telah menjadi maksud, yang celakanya tidak disadari oleh kaum pelajar dan pemuda kita.

Dengan alasan refreshing, para syeithon dan orang-orang “kafir” telah memasukkan benih-benih kelalaian dalam diri pemuda dan pelajar kita.

Jangankan untuk ibadah (sholat, dzikir, ngaji, dsb), untuk belajar sebagai kepentingan sekolah atau kuliahnya saja banyak yang terbengkalai.

Bahkan dari pengalaman penulis mengajar beberapa tahun di prodi Teknik Informatika UNIKOM, kualitas belajar, termasuk akhlaq pemuda/pelajar kita sudah jauh menurun dari generasi-generasi sebelumnya.

Innalillaahi wa inna ilaihi roji’uun.

Maka, maksud dan tujuan aktivitas sekolah/kuliah harus segera diperbaiki, para bapak/ibu orang tua yang sudah susah payah mencari uang untuk keperluan sekolah/kuliah anaknya banyak dilalaikan untuk perkara-perkara di luar perkuliahan, betapa dhzallimnya kita pada orang tua.

Satu-satunya cara untuk meluruskan niat para pemuda/pelajar kita, khususnya dalam kegiatan belajar mengajar, baik di sekolah maupun perkuliahan adalah dengan memperbaiki akar daripada segala permasalahan, yaitu Iman.

Dengan iman yang betul terhadap Allah ta’ala dan hari Akherat, mau tidak mau kita jadi ingat bahwa hidup di dunia hanya sementara saja, hidup di akherat selama-lamanya.

Bagi seorang pelajar, tidak mungkin mau menghabiskan waktunya untuk perkara yang sia2, apalagi tidak ada hubungannya sama sekali dengan kegiatan sekolah/kuliah.

Dengan iman yang betul dan amal sholih yang baik, akan senantiasa diingatkan bahwa harta, diri, dan waktu kita adalah titipan dari Allah swt. yang harus kita gunakan sebaik-baiknya sesuai dengan perintah Allah swt. dan sunnah Rasulullah saw.

Dengan demikian, diri kita siapapun, termasuk pemuda/pelajar kita akan lurus dalam niatnya insya Allah.

Perlu kita latih juga untuk mendirikan sholat fardhu 5 waktu berjamaah di Masjid atau dimanapun ada adzan dikumandangkan secara tepat waktu, insya Allah kedisiplinan para pemuda/pelajar kita pun akan diperbaiki oleh Allah ta’ala.

Hal ini tentu dibutuhkan contoh, teladan, dan kerja sama dari para orang tua, guru, dan dosen.

GURU = digugu dan ditiru

Jadi harus jadi panutan yang baik buat para pemuda dan para murid2nya.

Apabila seorang guru dan orang tua tidak bisa jadi contoh yang baik, na’udzubillah, maka akan semakin memperburuk kondisi (akhlaq) para pemuda/pelajar kita.

Mudah-mudahan Allah ta’ala memberi kita kemudahan dalam menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya sebagaimana yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah Muhammad saw. Amiin.

Kebenaran hanya dari Allah dan Rasul-Nya. Penulis adalah hamba yang dho’if.

Wa maa taufiqi illa billaah.

Posted By: Galih Hermawan
Last Edit: 17 May 2009 @ 22:56

EmailPermalink
Tags


 

Responses to this post » (7 Total)

 
  1. bangkit says:

    betul pak..saya sendiri merasakannya..iman saya kini kian pudar…lalu bgaimana kiatnya agar iman itu kembali terisi penuh..?

    • Hope these helps you.

      1. Lisan atau lidah kita dilatih sering2 atau banyak2 bicara tentang keagungan Allah ta’ala, bagus lagi kalau di depan manusia. Membicarakan akherat, surga dan neraka, alam barzah, hisab, dan semacamnya.

      2. Telinga atau pendengaran dilatih sering2 mendengarkan keagungan2 Allah ta’ala, kehidupan akherat, surga dan neraka, dan semacamnya. Solusi jika no pertama masih belum bisa dilaksanakan.
      Tentunya kita harus “memaksakan” diri kita untuk duduk dalam majelis agama yang didalamnya dibicarakan tentang pentingnya agama, pentingnya iman, dan sejenisnya.

      3. Sering2 bergaul dan berkumpul dengan orang2 sholih, misal: rajin sholat fardhu 5 waktu berjamaah di masjid, rajin ngaji qur’an dan hadits, rajin ke pengajian agama Islam…. something like that. Insya Allah lama kelamaan kita akan ketularan kebiasaan baik mereka.

      4. Biasakan secara rutin di rumah/kosan baca2 buku agama (kitab hadits) yang disusun oleh ‘alim ulama yang isinya membahas tentang keutamaan2 dalam beramal. Insya Allah akan mendorong kita untuk lebih bergairah dalam beramal.

      Kurang lebih itu sekelumit teknis yang pernah saya dapatkan dari guru/ustadz saya dulu.
      Kalau saya sendiri, biasanya hari2 normal belajar bersama masyarakat di kampung untuk menghidupkan amal2 masjid, sehingga iman kita jadi terjaga.
      Setiap hari kamis malam jum’at meluangkan waktu hadir di pengajian umum, biasanya saya suka datang ke masjid Al Madinah, jalan Depok no 2A – Antapani, Bandung.

      So, selamat berikhtiar, jangan lupa senantiasa kita berdo’a kepada Allah ta’ala agar diberikan kekuatan iman dan amal sholih, dan dikumpulkan bersama orang2 sholih. Amiin.

      Info berikutnya menyusul.

      Mudah2an Allah ta’ala memberikan kemudahan dan keberkahan pada niat baik Anda.

      Regards.

  2. Hendra Yonatha says:

    Benar saudaraku ….
    Hasil yang maksimal akan kita dapatkan bila ada pengorbanan yang sungguh-sungguh, pantang menyerah, dan Ikhlas karena Alloh SWT dan Rasul-Nya.
    Lebih-lebih pengorbanan itu kita salurkan kepada hal-hal yang positif tentunya, khususnya yang bisa membuat kita bahagia di dunia dan di akherat.

    Selamat berjuang kawan Unikom ……

    IF3-2000

  3. newbie_ says:

    saya juga berfikir demikian, sebagai salah satu mahasiswa anda, saya salut dengan anda, anda merupakan satu dari sedikit manusia yang masih memegang teguh hukum hukum islam.

    pak saya ingin bertanya, themes ajax ini dibuat oleh bapak sendiri atau memang ada script open source nya??
    jika buatan bapak sendiri sudi kiranya bapak mengajarkan saya, mengingat saya juga sedang bersemangat untuk belajar ajax..

    saya juga dengan segala kerendahan hati ingin mengajak bapak bergabung ke forum kecil saya, http://www.unikom.us
    kami tunggu materi bapak, setiap thread yang bapak buat akan sangat berarti bagi kami mahasiswa bapak, terimakasih

    wassalamualaikum wr wb

Post a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


 Last 50 Posts
 Back
Change Theme...
  • Users » 1
  • Posts/Pages » 46
  • Comments » 311
Change Theme...
  • VoidVoid
  • LifeLife
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater « Default
  • FireFire
  • LightLight

Ijtima’ Indonesia 2009



    No Child Pages.

Keamanan Informasi Lanjut



    No Child Pages.

About



    No Child Pages.