09 Feb 2009 @ 17:07 

Topik ini penulis buat sebagai penasehat untuk penulis sendiri, dan mudah-mudahan ada manfaatnya buat semua orang.

Penulis pernah membaca sebuah artikel/ebook/buku islami yang membahas topik da’wah, begitu juga ceramah dari para ustadz atau ‘alim ulama yang insya Allah mudah-mudahan termasuk ulama ahli sunnah.

Seorang ustadz menerangkan (sengaja tidak disebutkan namanya, mudah-mudahan Anda mengambil hikmahnya dan konfirmasi pada ustadz yang Anda panuti), bahwa semua orang wajib da’wah.

Sebelumnya penulis mohon maaf seandainya tidak menerangkan dengan jelas hadits dan ayat (terjemahan) secara lengkap.

Rasulullah SAW pernah bersabda ketika Beliau SAW melaksanakan haji yang terakhir kalinya, yang kurang lebih artinya:

Sampaikan dariku walaupun hanya 1 ayat

Penulis bukannya berusaha menafsirkan hadits tersebut, sangat tidak patut sekali buat sarjana komputer seperti penulis ini.

Penulis mengambil hikmahnya, bahwa penulis sendiri Alhamdulillah sudah hafal lebih dari satu (1) ayat, insya Allah mayoritas umat Islam-pun demikian.

Mungkin secara implementasi sangat berat sekali menyampaikan ayat (yang merupakan amanah Allah SWT dan Rasul-Nya) kepada seluruh ummat manusia, meskipun begitu, bagaimanapun kondisi kita saat ini, harus punya niatan yang kuat untuk mengamalkannya.

Hari-hari biasa penulis sibuk dengan topik-topik yang berkaitan dengan komputer dan teknologinya.

‘Alim ulama mengatakan bahwa setiap apa yang kita dengar, dibicarakan, dilihat dan difikirkan pasti lama kelamaan akan menjadi suatu keyakinan dalam hati.

Penulis hampir setiap hari “bergumul” dengan yang namanya teknologi komputer, dan penulis sadari hal ini pasti akan menjadi suatu keyakinan dimana keyakinan terhadap Allah SWT (termasuk sifat-sifat -Nya) akan memudar, bahkan lama kelamaan akan menghilang (na’udzubillah), mudah-mudahan hal ini tidak terjadi.

Padahal, Allah SWT tidak mau pada hamba-Nya ada keyakinan lain selain hanya kepada Allah SWT saja. Solusinya bagaimana? Padahal hari demi hari waktu kita (khususnya penulis) lebih banyak aktivitas yang berkaitan dengan keduniawian, dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan pribadi, nafkah lahir batin, dan tetek bengeknya yang lain.

Padahal penulis sadari, nanti di alam kubur, hal-hal keduniawian tersebut tidak akan ditanya sama malaikat atas suruhan Allah ta’ala.

Hal ini menjadi dilema buat penulis, mungkin juga buat Anda semuanya, inginnya dunia akherat dapat semua atau “seimbang!“.

Minimal kita ada niatan yang kuat untuk mengamalkan agama Islam ini secara sempurna, seperti yang diperintahkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah SAW.

Sesuai dengan judul topik, da’wah merupakan akar/pendorong utama untuk mendapatkan ataupun mempertahankan keimanan ummat Islam. Dengan begitu keinginan untuk menuntut ilmu yang lebih baik akan terwujud. Ilmu yang sudah diperoleh dibarengi dengan keimanan yang kuat akan menguatkan ibadah (semakin mirip dengan Rasulullah SAW) tentunya niatnya semakin benar (ikhlas karena Allah SWT), dan selanjutanya akan timbul rasa mahabbah atau sayang pada ummat, karena surga itu luas, bukan untuk diri sendiri.

Inilah yang susah, kita berniat memperbaiki diri sendiri, tapi juga tidak egois, sayang dan memperhatikan ummat.

Lalu bagaimana memulai da’wah ini?

Penulis belajar mengikuti saran dari ‘alim ulama, yaitu diterapkan di lingkungan keluarga.
Terutama karena penulis baru saja menikah, kurang lebih 3 bulan ini (sekarang hampir 1,5 tahun), hal ini menjadi sangat penting.

Isteri menjadi amanah dari Allah SWT yang harus dijaga, bukan hanya dari kelaparan, kemiskinan, kebodohan, tapi yang lebih penting dijaga dari api neraka.

Suatu saat penulis datang pada istri dengan membawa oleh-oleh, namun dalam hati penulis juga ingin belajar da’wah, gimana ya?

Atas nasehat ‘alim ulaman penulis belajar berkata pada istri:

Wahai istriku, Alhamdulillah, ini ada rezeki dari Allah SWT

Subhanallah, bagaimana menurut Anda, dari segi pengucapan kalimat kelihatan sederhana dan mudah untuk diucapkan  namun pada pelaksanaan butuh keimanan yang kuat, dan dari segi isinya insya Allah mudah-mudahan termasuk perkataan untuk senantiasa mengajak taat kepada Allah SWT.

Nah, dari hal-hal sederhana semacam inilah, da’wah & ta’lim selanjutnya bisa dilanjutkan ke arah yang lebih sempurna, begitu juga pada masyarakat awam.

Tidak sulit kan, hanya butuh kemauan dari diri kita sendiri dan hidayah dari Allah SWT tentunya.

Mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.

Tulisan disusun ulang berdasarkan:

http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/01/dakwah-mengajak-manusia-taat-kepada.html

Posted By: Galih Hermawan
Last Edit: 09 Feb 2009 @ 17:07

EmailPermalink
Tags
Tags: , ,
Categories: Islam


 

Responses to this post » (None)

 
Post a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


 Last 50 Posts
 Back
Change Theme...
  • Users » 1
  • Posts/Pages » 46
  • Comments » 313
Change Theme...
  • VoidVoid
  • LifeLife
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater « Default
  • FireFire
  • LightLight

Ijtima’ Indonesia 2009



    No Child Pages.

Keamanan Informasi Lanjut



    No Child Pages.

About



    No Child Pages.